Perbedaan Ekosistem dalam Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)

Menurut Irwan (2010: 187) mengatakan bahwa keanekaragaman hayati yang terhimpun dalam pelbagai ragam tipe ekosistem berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung pada kehidupan. Dalam segala tipe ekosistem, mulai dari yang paling sederhana sampai pada yang paling lengkap akan terjadi dua aspek penting yaitu adanya siklus energi dan daur mineral. Semua komponen ekosistem itu akan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsi dan relung masing-masing.

Dari pernyataan di atas, jelaslah bahwa ada kaitan antara ekosistem dalam biodiversitas serta memiliki perbedaan dalam hal fungsinya. Kaitan ini dapat berupa terjadinya proses biologi yang melibatkan keseluruhan makhluk yang beranekaragam dapat menjamin tersedianya oksigen di udara dalam jumlah konstan. Selain itu, ekosistem alamipun merupakan salah satu perangkat penataan air, karena daur airpun dapat melewati makhluk yang terkandung dalam ekosistem itu. Dengan adanya beranekaragam ekosistem, maka terdapat pula keanekaragaman flora dan fauna. Hal ini juga akan menjamin semakin tinggi pula pembauran genetik yang akan memperkaya keanekaragaman hayati, yang akan mempertinggi pula ketahanan ekosistem terhadap pengaruh-pengaruh dari luar.

Keanekaragaman hayati meliputi tiga tingkatan yaitu; keanekaragaman tingkat spesies, keanekaragaman tingkat genetik, dan keanekaragaman tingkat komunitas, maka Purvis dan Hector (dalam Indrawan dkk, 2007:15) mengatakan bahwa ketiga tingkatan keanekaragaman hayati itu diperlukan untuk kelanjutan kelangsungan hidup di bumi dan penting bagi manusia.

Sumber Referensi:

Achmad, Arwin. 2005. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Universitas Lampung:

Bandar Lampung.

Indrawan, Mochamad, dkk. 2007. Biologi Konservasi. Penerbit Yayasan Obor

Indonesia: Jakarta.

Irwan, Zoer’aini Djamal. 2010. Prinsip-Prinsip Ekologi. Penerbit PT. Bumi Aksara:

Jakarta.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *