Penjelasan Siklus Fosfor di Alam Secara Lengkap dan Mudah

Biasanya siklus fosforlah yang sering terlibat dalam ekosistem tropik basah misalnya pada hutan hujan tropik. Pada hutan hujan tropik, bahan organiknya mengalami penguraian dalam kurun waktu yang cukup lama, bisa mencapai 4 sampai 5 tahun. Yang mempengaruhi laju penguraiannya serta siklus nutrient/bahan organikhj tersebut yaitu faktor suhu, ketersediaan air dan oksigen. Sebagian besar siklus nutrient berada di biosfer dan perputaran nutrient ini melibatkan komponen biotik dan abiotik.

Tanah merupakan reservoir abiotik utama unsur-unsur tersebut, yang diserap oleh akar tumbuhan dan akhirnya dikembalikan ke tanah oleh pengurai, umumnya di sekitar lokasi yang sama, (Campbell, 2002: 396). Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ekosistem-ekosistem tidak saja sangat kompleks, tapi umumnya juga mempertukarkan paling tidak sebagian zat-zatnya dengan wilayah lainnya. Selain itu, pelapukan batuan secara perlahan-lahan menambah fosfor di dalam tanah.

Dengan demikian, sebagian besar fosfat bersiklus ulang secara lokal di antara tanah, tumbuhan, dan konsumer atas dasar skala waktu ekologis, sementara siklus sedimentasi secara bersama mengeluarkan dan memulihkan fosfor terrestrial/daratan selama waktu geologis tertentu, (Campbell, 2002: 400).

Sumber Referensi:

Campbell,Neils dkk. 2002. Biologi Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *