Penjelasan Daur Nitrogen di Alam Secara Lengkap oleh Para Ahli

Selain siklus fosfor, pada hutan hujan tropik juga terjadi siklus nitrogen. Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan dalam keadaan dinamis mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu siklus nitrogen. Sejumlah besar N2 di atmosfer, namun sukar bagi tumbuhan untuk memperoleh atom N dari N2 dalam bentuk yang dapat digunakan. Meskipun nantinya N2 masuk ke dalam sel-sel daun bersama-sama CO2 melalui stomata, enzim-enzim yang tersedia hanya mereduksi CO2 , sehingga N ke luar dari sel-sel daun secepat mungkin. Sebagian besar N2 yang masuk ke tubuh tumbuhan telah mengalami fiksasi (mereduksi) oleh mikroba prokariotik atau dalam bentuk NH4+ dan NO3 dalam air hujan (daur air), atau aktivitas gunung merapi dan pembakaran fosil.

Penyerapan NH4dan NO3 oleh tumbuhan pada hutan hujan tropik memungkinkan terbentuknya sejumlah senyawa nitrogen terutama protein. Menurut uraian Dwidjoseputro (2005) dijelaskan bahwa ada beberapa genera bakteri yang hidup dalam tanah (misalnya Azetobacter, Clostridium, dan Rhodospirillum) mampu untuk mengikat molekul-molekul nitrogen guna dijadikan senyawa-senyawa pembentuk tubuh mereka, misalnya protein. Jika sel-sel itu mati, maka timbullah zat-zat hasil urai seperti CO2 dan NH3 (gas amoniak).

Pupuk dari tumbuhan, mikroorganisme dan hewan yang telah mati merupakan sumber nitrogen penting yang kembali ke tanah tetapi sebagian besar nitrogen tersebut tidak dapat larut dan tidak segera tersedia untuk kebutuhan tumbuhan. Hingga 90% dari nitrogen total dalam tanah adalah bahan organik, meskipun pada beberapa keadaan sejumlah besar terdapat sebagai NH4+ terikat pada koloid tanah.

Menurut Hasnunidah (2011: 76) mengatakan bahwa perubahan nitrogen organik menjadi NH4+ oleh mikroba tanah disebut amonifikasi. Dalam tanah panas atau lembab dengan pH mendekati netral, NH4+ dioksidasi lebih lanjut oleh bakteri menjadi NO3, oksidasi ini disebut nitrifikasi. Nitrifikasi menyediakan energi untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan mikroba tersebut. Dalam banyak tanah asam, NH4+ menjadi sumber nitrogen yang lebih penting daripada NO3bagi tumbuhan. Karena muatannya positif NH4+ diabsorbsi oleh koloid tanah, sedangkan NO3tidak diabsorbsi dan lebih mudah dilepaskan. Nitrat juga hilang dari tanah melalui denitrifikasi, proses terbentuknya N2, NO, N2O, dan NO2 dari NO3 oleh bakteri anaerob. Selanjutnya tumbuhan kehilangan sejumlah kecil nitrogen ke atmosfer NH3, N2O, NO2, dan NO terutama jika diberi pupuk nitrogen dengan baik. Bentuk nitrogen teroksidasi dalam atmosfer penting secara ekologis, sebab jika diubah menjadi NO3 akan mengakibatkan hujan asam karena terbentuk HNO3.

Sumber Referensi:

Campbell,Neils dkk. 2002. Biologi Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hasnunidah, Neni. 2011. Fisiologi Tumbuhan. Bandar Lampung: Universitas

Lampung.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *