Manfaat Tanaman FLAVONOIDA dalam Bidang Kehidupan

Manfaat
flavonoida
Pada mulanya para peneliti di dunia kurang tertarik
terhadap flavonoid, karena kegunaannya bagi manusia belum banyak diketahui.
Sejak tahun 60-an perhatian dunia mulai tertuju kepada flavonoid, karena baru
terungkap ternyata senyawa ini mempunyai manfaat cukup luas dan berarti dan
tidak kalah dengan senyawa lain yang telah lama dikenal seperti alkaloid.
            Telah banyak dilaporkan bahwa
flavonoid yang diisolasi dari tumbuhan mempunyai berbagai keaktifan biologis
antara lain mempunyai keaktifan sebagai obat, insektisida, antimikroba, anti
virus, anti jamur, obat infeksi pada luka, mengurangi pembekuan darah di dalam
tubuh, mempercepat pembekuan darah di luar tubuh, antioksidan, anti tumor, dan
anti kanker (Robinson, 1991). 
Di masyarakat tertentu benalu dipercaya bahwa
mempunyai khasiat sebagai obat kanker. Misalnya benalu batu, benalu yang tumbuh
pada jeruk dan kopi, benalu teh, benalu asam keranji dan lainnya. Ternyata
sebagian besar benalu telah diteliti mengandung flavonoid khususnya isoflavon
(Nurul, 1996).
            Khalkon, 4,2’3’,4’-tetrahidroksi
yang diisolasi dari Bidens leucanta
merupakan obat untuk anti inflamatori (Tommasi, 1977). (R,S)-dioklin adalah
flavanon yang diisolasi dari tumbuhan Dioclea
grandiflora
memiliki aktivitas analgesic pada tikus (Speasing, 1977). 
Pinokembrin yang diisolasi dari Goniothalamus
macrophyllus
, ternyata mempunyai keaktifan ganda antibacterial dan anti
jamur (Sabirin, 1996). Eupatorium
odoratum
(compositae) adalah tumbuhan liar yang banyak terdapat di seluruh
Indonesia. Ekstrak tumbuhan ini mempunyai keaktifan dapat membekukan darah.
Minyak asiri yang diisolasi daunnya sangat positif untuk membunuh kecoa dan
membunuh jentik nyamuk, namun senyawa apa yang menyebabkan keaktifan tumbuhan
tersebut belum diketahui.

            
Uvarin
chamea
(Annomaceae) satu family dengan buah sirsat, buah nogosari dan buah
nona dilaporkan mengandung flavonon uvaretin, isouvaretin dan uvariol yang
mempunyai keaktifan sitotoksik (Hufford, 1976). Isoflavon yang diisolasi dari
kacang kedelai dan tempe adalah senyawa aktif sebagai antioksidan,
antihematolitik, anti jamur, anti bakteri, kemo protektor tumor, kardiovaskular
dan estrogenic (Honsy dan Rosazza, 1999). 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *