LEMBAR KERJA PRAKTIKUM PENGAMATAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN (UJIAN PRAKTIK/PENGAMBILAN NILAI UAS)

LEMBAR
KERJA PRAKTIKUM
PENGAMATAN
SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
(UJIAN
PRAKTIK/PENGAMBILAN NILAI UAS)

      A.    LATAR BELAKANG
Sel
merupakan unit fungsional terkecil pada makhluk hidup yang bersifat dinamis.
Sel memiliki karakteristik khusus seperti mampu menanggapi rangsang (stimuli),
mampu memperbanyak diri, dan seterusnya.
Sel
hewan dan sel tumbuhan tentu saja memiliki perbedaan ciri khusus pada beberapa
bagian selnya saja, sebagai contoh pada sel tumbuhan memiliki dinding sel,
sementara pada sel hewan tidak terdapat dinding sel. Keberagaman bentuk sel
tersebut tentu saja dipengaruhi oleh faktor genetis dan bahan penyusun sel yang
bersangkutan.
Ciri
khusus pada sel dapat diamati melalui bentuknya, bahan penyusun, susunan
selnya, serta bagian-bagian (komponen penyusun) yang semua saling bersinergi
dalam menjaga kelangsungan hidup sel.
Pengamatan
dari ciri khusus sel di atas dapat diamati menggunakan alat bantu khusus yakni
mikroskop. Sehingga dengan adanya mikroskop beberapa bagian dan bentuk sel akan
dapat teramati dengan jelas.
B.     TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun
tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui berbagai macam bentuk sel
hewan dan sel tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan.
C.     MANFAAT PRAKTIKUM
Dapat
mengetahui keanekaragaman bentuk sel hewan maupun sel tumbuhan, serta mampu
menjelaskan bagian-bagian sel berdasarkan hasil pengamatan langsung di bawah
alat bantu mikroskop
D.      ALAT DAN BAHAN
1.      Mikroskop cahaya dan mikroskop binokuler
2.      Kaca objek dan kaca penutup
3.      Air aquades
4.      Gelas kimia 100 ml
5.      Pipet tetes
6.      Silet/pengiris tipis
7.     Tissue/Kapas
8.      Daun segar Rhoe discolor
9.     Bawang merah
10.   Preparat awetan sel darah merah, sel darah
putih
11.   Preparat awetan otot polos, otot lurik/otot
rangka, dan otot jantung
12.   Preparat awetan neuron (sel saraf)
13.   Preparat awetan tulang rawan dan tulang keras
(hardbone)
14.   Preparat awetan batang dikotil dan monokotil
15.   Sisik ikan air tawar (Ikan mas)
16.   Sisik ikan air laut (Ikan bandeng, dan
lainnya)
17.
Preparat awetan ginjal
18.
Preparat awetan epididimis atau vasdeferens
19.
Preparat ureter
20.
Preparat testis mamalia dan vagina

21.
Preparat paru-paru, trakhea, colon, dll.
E.      LANGKAH KERJA
1.   
Siapkan mikroskop cahaya maupun mikroskop binokuler di
depan meja kerja anda. Siapkan kaca penutup dan kaca objek, serta pipet tetes
dan air (aquades);
2.   
Menyiapkan juga bahan-bahan seperti daun segar Rhoe discolor, bawang merah, serta
preparat awetan sel hewan dan preparat sel tumbuhan;
3.   
Untuk
pengamatan daun segar Rhoe discolor, sisik
ikan dan bawang
, langkahnya adalah mengambil sayatan tipis pada daun Rhoe discolor dan bawang menggunakan
silet/pisau curter, kemudian sayatan diletakkan di atas kaca objek dan tetesi sayatan
tipis tersebut dengan 1 tetes air aquades menggunakan pipet tetes, kemudian
tutup dengan kaca penutup dan langkah terakhir adalah diamati di bawah
mikroskop. Catat hasil pengamatan dan jelaskan bagian-bagian sel yang nampak !
4.   
Untuk
pengamatan preparat awetan sel hewan maupun sel tumbuhan
,
silakan ambil preparat awetannya lalu letakan preparat di atas meja mikroskop,
jepit preparat dengan penjepit yang ada di sisi kanan dan kiri mikroskop, lalu
amati pada mikroskop cahaya dan mikroskop binokuler, catat hasil pengataman
(jelaskan juga bagian-bagian sel yang nampak).
F. TABEL HASIL PENGAMATAN
No.
Nama
Bahan / Preparat yang diamati
Gambar
sel hasil pengamatan di mikroskop cahaya
Gambar
sel hasil pengamatan di mikroskop binokuler
Deskripsi
1.
Daun segar Rhoe discolor
2.
Bawang merah
3.
…..
4.
…..
5.
…..
6.
…..
7.
dst

G. POINT-POINT PEMBAHASAN
1.     
Tuliskan sejarah sel, karakteristik hidup sel, dan
pembagian sel hewan dan sel tumbuhan !
2.     
Tuliskan bahan-bahan kimiawi penyusun sel hewan dan
sel tumbuhan !
3.     
Tuliskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan !
4.     
Berdasarkan hasil pengamatan, mengapa ada perbedaan
dari masing-masing bentuk sel, baik itu pada preparat awetan sel hewan maupun
sel tumbuhan?
5.     
Cantumkan kesimpulan dari hasil percobaan !

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *