Karakteristik Struktur Flavonoid

Karakteristik
Struktur Flavonoid
Biosintesis
flavonoid secara alami diturunkan dari asam shikimat dan asam piruvat yaitu
senyawa yang diturunkan dari karbohidrat (hasil fotosintesis tanaman) melalui
glikolisis. Kerangka dasar senyawa flavonoid sangat spesifik sehingga mudah
dikenal. 
Struktur molekul senyawa ini tergolong sederhana sehingga identifikasi
strukturnya mudah ditentukan. Kerangka dasar senyawa ini mempunyai atom karbon
sebanyak lima belas/ C15, terdiri dari dua inti fenol (C6)
yang dihubungkan oleh satu unit tiga karbon (C3). 
Kelima belas atom
karbon pada kerangkan dasar tersebut secara umum ditulis C6-C3-C6
dan dibagi menjadi empat tipe yaitu khalkon, flavan, isoflavan, dan auron.
Antara satu tipe dengan tipe yang lain hanya dibedakan oleh unit C3
seperti pada gambar dibawah ini

 

Flavonoid
adalah salah satu kelompok metabolit sekunder dan merupakan salah satu golongan
fenol terbesar yang dihasilkan secara alami oleh tumbuh-tumbuhan. 
Diperkirakan
sekitar 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan (atau
kira-kira 1 x 109 ton/th) diubah menjadi flavonoid dan turunannya,
Natori (dalam Matsjeh, 2004:14). Sebagian besar tannin juga berasal dari
flavonoid. 
Flavonoid terdapat di dalam tumbuhan darat, tetapi tidak ditemukan
pada tumbuhan laut (alga), mikroorganisme, bakteri, jamur dan lumut, Scheuer
(dalam Matsjeh, 2004:14). 
Kebanyak warna tumbuhan disebabkan oleh flavonoid,
mulai dari fungus sampai angiospermae. Pada tumbuhan tinggi, flavonoid terdapat
baik dalam bagian vegetative maupun dalam bunga.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *