Penjelasan Toksisitas, Dampak, dan Defisiensi Selenium

       Toksisitas
dan dampak paparan selenium
Menurut Ghani (2011), Toksisitas
selenium adalah sebagai berikut :
v Toksisitas Kronis : toksisitas
Selenium dapat menyebabkan gejala astrointestinal, gangguan
neuromuskuler-psikiatri, perubahan dermatologi , disfungsi hati, disfungsi
ginjal, trombositopenia, dll.
v Endokrin: efek awal keracunan
selenium adalah gangguan fungsi endokrin, termasuk sintesis hormon tiroid.
Kekurangan Selenium juga dapat memperburuk gangguan tiroid yang berkaitan
dengan yodiumkekurangan.
v Genitourinari : kadar selenium yang
tinggi dapat menurunkan motilitas sperma.
v Psikiatri: peneliti telah melaporkan
selenium dengan kadar tinggi menyebabkan masalah perilaku seperti lekas marah
atau kelelahan pada anak.
Menurut Burk R.K dalam Digilib Unsri
(1988) menyatakan sebagai berikut :
     Defisiensi Selenium

Defisiensi selenium dapat disebabkan
karena:
1.
Intake selenium yang tidak adekuat
Defisiensi selenium yang disebabkan
intake yang tidak adekuat biasanya terdapat 
di daerah dimana kandungan selenium pada tanah sangat rendah, contohnya
di Cina dimana intake selenium <19 mcg/hari pada laki-laki dan <13
mcg/hari pada perempuan. Defisiensi selenium di 
Cina yang berhubungan dengan penyakit jantung  disebut Penyakit Keshan. Penyakit Keshan
adalah kardiomiopati yang terdapat pada anak dan wanita muda yang ditandai
dengan pembesaran jantung dan penurunan fungsi jantung.  Kemungkinan defisiensi selenium harus
dipikirkan pada semua pasien malnutrisi yang mendapat Nutrisi Parenteral Total
(NPT). Pada pasien ini defisiensi dapat terjadi karena nutrisi yang diberikan
tidak mengandung selenium.
2. Gangguan absorbsi
Gangguan gastrointestinal berat,
misalnya pada penyakit Crohn’s dapat menurunkan absorbsi selenium.
3. Peningkatan penggunaan
selenium. 

Kebutuhan selenium meningkat pada
masa kehamilan, menyusui dan masa penyembuhan penyakit.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *