Manfaat dan Toksisitas Arsen (As) Menurut Pakar Toksikologi

Posted on
  Arsen (As) banyak sekali dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia, sehingga keberadaannya sangat memberi sumbangsih dalam berbagai bidang. Selain kelebihannya, ternyata arsen juga mempunyai daya toksisitas, sehingga jika seseorang terpapar (keracunan arsen) akan memperlihatkan beberapa gejala yang tidak umum.
    Sebagai pembahasan lengkapnya terkait dengan apa itu manfaat arsen dan seberapa berbahaya dari toksisitas yang ditimbulkan oleh Arsen, mari kita pelajari pada bagian materi pelajaran toksikologi dasar di bawah ini:

1.  Manfaat
Arsen
Arsen sering
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia antara lain, sebagai racun tikus,
penggunaan arsen sebagai racun tikus terbukti efektif dalam pemberantasan hama
tersebut (Slamet, 2000).  Selain itu
arsen putih dipakai sebagai pengawet kulit, bulu, dan kayu. Cupri aceto-arsenit
juga dapat dipergunakan untuk hama tanaman dan buah-buahan (Suma’mur,1984).
Beberapa senyawa phenil
arsenic digunakan sebagai aditif pada peternakan ayam untuk melawan serangan
penyakit. Penggunaan lain dari arsen ditemukan dalam bidang peleburan baja,
dimana digunakam sebagai doping germanium dan silicon atau dalam produksi
gallium arsenide dan indium arsenide (Sukar, 2003).
2.   
Toksisitas
Arsen
Keracunan arsen dapat
berupa 3 bentuk, yaitu:
1.      Menghisap
atau kontak dengan debu persenyawaan-persenyawaan arsen anorganik
2.      Menghisap
persenyawaan-persenyawaan arsen dengan zat air
3.      Kontak
dengan persenyawaan-persenyawaan arsen organic
gejala-gejala dan
tanda-tanda penyakit untuk ketiga golongan keracunan ini berlain-lain.
Persenyawaan arsen anorganik bersifat perangsang setempat kepada kulit dan
selaput lendir, dan mungkin bersifat carcinogenic. Persenyawaan-persenyawaan
arsen dan zat air berefek hemolitik terhadap darah sehingga mengakibatkan
hemoglbinuri, anemi dan ikterus. Persenyawaan arsen organis dapat bekerja
sebagai perangsang lokal namun dapat juga sistemik. (Suma’mur, 1984)
Racun arsen yang masuk
ke dalam saluran cerna akan diserap secara sempurna dalam usus dan masuk ke
aliran darah, disebar ke seluruh organ tubuh.
Sebagai suatu racun
protoplasmic arsen melakukan kerjanya melalui efek toksik ganda yaitu:
a.       Arsen
mempengaruhi respirasi sel dengan menghambat kerja enzim pernafasan
b.  Senyawa
arsen dapat mempunyai tempat predileksi pada endotel darah sehingga
meningkatkan permeabilitas yang patologis.
c.       Dalam
darah arsen mengikat globulin darah sehingga dengan mudah mengikuti aluran
darah ke berbagai organ penting tubuh seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru
dan saluran cerna, sehingga menyebabkan gangguan dalam organ-organ tersebut.

d.      Di
dalam tulang arsen dapat menggantikan posisi fosfor karena kemiripan sifatnya
dengan fosfor 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *