Dampak Paparan Arsen (As) terhadap Kesehatan Tubuh Manusia

Dampak paparan arsen
dapat dijumpai pada hamper seluruh organ tubuh manusia. Efek arsen pada mata
adalah gangguan pengelihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga
mengganggu daya pandang (visual Field) mata.

Pada kulit menyebabkan
berwarna gelap (hiperpigmentasi), penebalan kulit (hyperkeratosis), timbul
seperti bubul (clavus), infeksi kulit (dermatitis), dan mempunyai efek pencetus
kanker (krcinogenic). Pada darah, menyebabkan kegagalan fungsi sum-sum tulang
dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer). Pada
liver, mempunyai efek signifikan pada paparan cukup lama, berupa meningkatnya
aktifitas enzim liver (enzim SGOT,SGPT, gam GT), ichterus (penyakit kuning),
liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jarigan ikat dan acites
(tertimbunnya cairan dalam ruang perut). 
Pada ginjal akan menyebabkan kerusakan
ginjal berupa renal damage (terjadi ischemia dan kerusakan jaringan). Sementara itu, paparan Arsen pada
saluran pernafasan, akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng),
bronchitis 9infeksi brhoncus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru, bronkhitis akut, pneumonia, afiksi (gangguan pada pengedaran oksigen ke sel dan jaringan tubuh), bahkan asma. 
Pada
pembuluh darah arsen dapat mengganggu fungsi pembuluh darah, sehingga
menyebabkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah), portal
hypertention (hipertensi karena factor pembuluh darah portal), edema paru-paru
dan penyakit pembuluh darah perifer (ex: varises). 
Pada sistem reproduksi
paparan arsen dapat mengakibatkan malformasi pada janin. Pada system
immunologi, terjadi penurunan daya tahan tubuh/ penurunan kekebalan, akibat
peka terhadap bahan karsinogen dan infeksi virus. 
Pada system sel, efek
terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitokondria dalam inti sel dan turunnya
energy sel dan dapat juga mengakibatkan kematian sel. 
Pada saluran pencernaan
arsen mengakibatkan perasaan mual, muntah serta nyeri perut (sudarnaji,dkk
dalam Nurhayati;2006).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *