Borak dan Formalin, Bahan Kimia Berbahaya Pada Makanan

Borak dan Formalin, Bahan Kimia
Berbahaya Pada Makanan?

  • Borak dan
    formalin merupakan bahan kimia berbahaya jika dicampurkan pada makanan. Namun,
    bahaya dari borak dan formalin ini belum menjadi perhatian serius dari
    pedagang, serta produsen yang mengolah makanan di pasaran. Selain dari bahan
    penyedap rasa, rupanya produsen terkadang sengaja memasukkan dan mencampurkan
    senyawa berbahaya pada makanan, terutama yang sering kita dengar yaitu borak
    dan formalin.
  • Borak dan
    formalin secara Undang-Undang tidak dibenarkan bahwa perlu dicampurkan dalam
    bahan olahan makanan. Namun dibenarkan jika borak digunakan dalam industri kayu
    dan mebel, serta formalin digunakan dalam dunia medis atau kedokteran untuk
    mengawetkan mayat.
  • Kenyataan di
    masyarakat, justru borak dan formalin banyak digunakan pada makanan. Biasanya
    makanan yang dicampurkan formalin akan menjadi kenyal, tetap segar, warna
    sayur/buah menjadi cerah, awet dan tahan busuk. Penambahan formalin pada
    makanan biasanya dapat dijumpai pada ikan asin, tahu, tempe dan tahu goreng
    tepung, sayur mayur, bahkan buah. Sementara itu, senyawa borak umumnya
    dicampurkan pada makanan cepat saji (fast food) baik yang berkuah seperti mie
    instan, bakso, soto, tekwan, dan makanan berkuah lainnya. Ada kalanya borak ini
    dicampurkan pada makanan tidak berkuah seperti roti, fried chicken,
    beranekaragam kue pasar, emping, dll.
  • Oleh sebab
    itu, masyarakat (konsumen) diminta harus lebih teliti, selektif, serta waspada
    dalam memilih produk makanan dan minuman yang dijual di pasaran, toko swalayan,
    mall, dan sebagainya. Sebab, bagaimanapun juga kesehatan makanan yang masuk ke
    dalam tubuh sangat penting dan berefek positif pada kehidupan usia tua
    nantinya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *