Bagaimana Hubungan Antara Diabetes, Hipertensi, Obesitas, Jantung Koroner dan Stroke

Bagaimana Hubungan Antara Diabetes, Hipertensi,
Obesitas, Jantung Koroner dan Stroke?

  • Kelima jenis
    penyakit seperti diabetes (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), obesitas
    (kegemukkan), jantung koroner dan stroke semuanya saling berhubungan/berkaitan.
    Kelima penyakit ini saling menunjukkan komplikasi-komplikasi khusus yang
    membahayakan organ-organ penting tubuh.
  • Penyakit
    diabetes melitus merupakan penyakit metabolik disebabkan karena banyak
    mengonsumsi makanan yang terlalu manis atau banyak mengandung pemanis buatan
    (terutama pemanis sintetik aspartam,yang biasanya terdapat pada minuman bersoda),
    sehingga saat terjadi pengubahan gula darah tidak berjalan baik, akibatnya
    kinerja hormon insulin pada pankreas tidak optimal. Efek lain dari banyaknya
    gula di dalam darah juga akan menimbulkan berat badan berlebih (over weigt)
    yang biasa disapa obesitas. Jika tubuh sudah mengalami obesitas, maka keadaan
    seseorang tersebut akan sulit bergerak, sehingga akan memicu timbulnya
    komplikasi dan penyakit lain seperti hipertensi, jantung koroner, bahkan
    stroke. Hipertensi umumnya menyerang pada orang usia lanjut (tua). Hipertensi
    disebabkan karena tekanan darah menjadi tidak normal (di atas 120) disebabkan
    biasanya karena stroke ringan, stroke eskemik, maupun stress berat, polusi, radikal
    bebas, faktor makanan yang tercemar bahan beracun, atau kemampuan jantung untuk
    memompa darah yang kurang optimal akibat terjadi penyumbatan pembuluh darah
    koroner di jantung. Jika efek hipertensi ini bisa berisiko pada pelemahan
    elastisitas pembuluh darah, maka otomatis pembuluh darah itu akan rentan
    terhadap penyumbatan dan pelemahan oleh kolesterol jahat (LDL) maupun lemak
    jahat. Akibat dari penyumbatan tersebut maka lemak maupun kolesterol jahat
    (LDL) akan menempel, menimbun dan melapisi pembuluh darah secara terus-menerus
    (berupa:plak), maka besar kemungkinan akan terjadi penyumbatan pembuluh darah
    baik di pembuluh darah perifer, pembuluh darah otak mapun di pembuluh darah
    koroner di jantung, bahkan arteriosclerosis.
  • Jika terjadi
    penyumbatan pembuluh darah di bagian otak, maka pada saat tekanan darah tinggi
    (hipertensi), maka pembuluh darah yang tersumbat tadi akan pecah akibat tekanan
    darah yang tidak normal/tinggi dan otomatis menyebabkan stroke. Stroke
    merupakan keadaan dimana seseorang mengalami kelumpuhan dari sebagian anggota
    tubuh akibat tidak tercukupinya  kadar
    oksigen terlarut pada darah, atau karena peredaran darah tersumbat dan pembuluh
    darah pecah pada bagian tubuh tertentu. Jika seseorang mengalami stroke maka
    akan sulit menjalankan rutinitas sehari-hari, bahkan aktivitas bergerak tidak
    bisa, berbicara terkadang tidak jelas dan sulit dimengerti.
  • Maka dari
    itu, memulai hidup sehat penting sejak usia dini. Intinya tidak merokok saja
    sudah mengurangi risiko penyakit yang akan menyerang tubuh. Mari biasakan diri
    untuk tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol atau minuman keras, tidak
    mengonsumsi narkoba, tidak mengonsumsi pil, obat-obat dan senyawa kimia
    berbahaya secara berlebih. 
  • Dan terutama penting melakukan banyak aktivitas
    bergerak (olahraga), makanan bergizi seimbang, menghindari stress, serta
    mengubah gaya hidup dalam suasana tenang, sehat dan bahagia. 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *