Pentingnya Penghematan Energi Listrik Untuk Kehidupan

Pentingnya penghematan listrik
harus menjadi kesadaran warga negara. Energi listrik yang sebagian besar berasal
dari pengelolaan tenaga air, batubara dan minyak seharusnya sudah tergantikan
dengan sumber energi lain yang lebih ramah terhadap lingkungan, serta tidak
mengeksploitasi besar-besaran sumber daya mineral seperti minyak, batubara dan
air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan penggunaan batubara sudah sering
digunakan sebagai pembangkit untuk menghasilkan arus listrik yang disalurkan di
rumah-rumah, perkantoran dan instansi terkait lainnya. Namun, penggunaan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta penggunaan bioenergi nabati terbaru
dari biji jarak, sekam jerami padi, bioetanol sebagai energi listrik di
Indonesia masih kurang diminati.

Dalam penggunaan energi listrik,
seharusnya masyarakat mulai berhemat. Sebab, pasokan energi listrik yang
berasal dari sumber mineral di atas sudah mulai semakin sedikit dan langka.
Alih-alih, masih banyaknya masyarakat yang boros dalam penggunaan listrik
menjadi problem saat ini. Masyarakat dihimbau untuk segera peka dan sadar akan
pentingnya hal ini.
Penghematan listrik dapat dimulai
dari lingkungan rumah tangga hingga perkantoran dan industri. Dalam lingkup
rumah tangga, sebaiknya gunakan seperlunya lampu di dalam kamar dan ruangan
lainnya seperti lampu toilet, dapur, maupun lampu taman. Bahkan kita sering
menyaksikan lampu-lampu di jalanan dan taman-taman rumah besar di siang hari
masih saja menyala, padahal itu tidak dibutuhkan dan seharunya dimatikan. Termasuk
menonaktifkan peralatan listrik rumah tangga yang sudah tidak digunakan. Di lingkup
perkantoran dan industri, penggunaan Air Conditioner (AC) seharusnya dengan
bijak dan hemat, sebab AC, peralatan listrik kantor lain menyuplai paling
banyak energi listrik dan anggaran biaya listrik bulanan.
Penghematan listrik juga berfungsi
untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global (global warming) yang akhir-akhir ini mulai dikampanyekan oleh
penduduk bumi. Seperti diketahui bahwa, efek dari pemanasan global ini seperti
banyaknya kehidupan tumbuhan dan hewan-hewan muda yang terus mati dan punah;
sinar ulatraviolet (UV) yang mudah menembus bumi akibat lapisan ozon yang
semakin menipis dan berlubang banyak sehingga kulit manusia mudah mengalami
iritasi dan kanker kulit; banyaknya telur-telur burung yang sukar atau sama
sekali tidak menetas; serta menimbulkan efek hujan asam maupun efek rumah kaca
yang berasal dari freon dari freezer, dari udara akibat senyawa beracun NOx,
sulfur oksida, gas-gas karbonmonoksida (CO) dari asap industri dan kendaraan
yang tidak terkendali dengan baik sehingga akan mendegradasi lingkungan menjadi
tidak ramah dan penggunaan energi listrik secara bijaksana, terukur, hemat
merupakan cara efektif lain untuk menghemat energi serta mengurangi dampak
buruk pemanasan global di bumi. (Wahid).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *