Menanam Pohon, Antisipasi Pemanasan Global (Global Warming)

Posted on

Perubahan suhu, cuaca dan iklim
yang ekstrem akhir-akhir ini tidak terlepas dari adanya proses pemanasan global
(global warming) yang sudah mendunia.
Banyak sekali efek buruk lain yang diakibatkan oleh pemanasan global ini
seperti banyaknya kehidupan tumbuhan dan hewan-hewan muda yang terus mati dan
punah; sinar ulatraviolet (UV) yang mudah menembus bumi akibat lapisan ozon yang
semakin menipis dan berlubang banyak sehingga kulit manusia mudah mengalami
iritasi dan kanker kulit; banyaknya telur-telur burung yang sukar atau sama
sekali tidak menetas; serta menimbulkan efek hujan asam maupun efek rumah kaca
yang berasal dari udara akibat senyawa beracun NOx, sulfur oksida, gas-gas
karbonmonoksida (CO) dari asap industri dan kendaraan yang tidak terkendali
dengan baik sehingga akan mendegradasi lingkungan menjadi tidak ramah.

Kejadian-kejadian semacam di atas
penting menjadi perhatian bersama, sebab jika melihat jumlah kasus dan efek
yang ditimbulkan tentu sangat merugikan manusia serta kelestarian lingkungan
hidup di masa yang akan datang. Para ahli dan perintis lingkungan hidup
termasuk WALHI, WWF, komunitas masyarakat pencinta lingkungan, korporasi, badan
pemerintah serta stake holder terkait
lainnya sudah menaruh perhatian serius untuk menangani permasalahan lingkungan
termasuk pemanasan global serta langkah apa yang penting dilakukan. Mereka
sepakat bahwa untuk mengantisipasi pemanasan global (global warming) dapat ditempuh melalui salah satu cara yaitu dengan
menanam pohon. Meskipun ada cara lain yang juga efektif seperti menghemat air
bersih, menghemat bahan bakar minyak, penghematan penggunan kertas (sebaiknya
kertas di daur ulang), menghemat penggunaan listrik, penanganan limbah dan asap
industri, serta mengurangi penggunaan Air Conditioner (AC) secara berlebih di
perkantoran dan instansi pemerintahan.
Sepertinya kita sudah sering menyaksikan
dengan kedua mata kita akan kondisi lahan di sekitar tempat tinggal kita.
Adakalanya kita menyaksikan lahan kritis, minimnya jumlah pepohonan yang tumbuh
di lahan tersebut, sehingga melalui pengamatan tersebut kita dilatih oleh
lingkungan untuk bersadar diri dan berpikir kritis untuk mencari terobosan
terampuhnya. Menanam pohon merupakan langkah bijaksana untuk menghidupkan lahan
kritis dan terdegradasi. Biasanya penanaman pohon dilakukan oleh masyarakat dan
pemerintah melalui program reboisasi dan penanaman sejuta pohon. Reboisasi
bertujuan untuk menghijaukan lahan dengan berbagai variasi tanaman yang ada di
lahan tersebut serta membudayakan sistem pengelolaan hutan tebang pilih dan
tebang tanam. Langkah-langkah reboisasi dan penanaman kembali hutan/lahan yang
kritis merupakan upaya nyata masyarakat yang sudah semestinya menjadi budaya
cinta lingkungan untuk membuat suhu bumi, iklim dan cuaca menjadi lebih ramah.
Maka dari itu, gerakan menanam pohon harus mulai disosialisasikan kepada
masyarakat sekitar. Termasuk sosialisasi di lingkungan pendidikan dan perguruan
tinggi yang sekaligus mengedukasi para peserta didik untuk dapat lebih peduli
terhadap lingkungan. Sebagai guru/dosen, dapat mengajak mahasiswa dan
pelajarnya untuk menanam pohon di sekitar lingkungan sekolah/kampus sesuai
dengan porsi dan pengaturan yang tepat dan terencana. Kegiatan menanam pohon
juga berlaku bagi daerah perkantoran, daerah industri serta daerah perkotaan
yang rentan terjadinya lahan kritis, sehingga penanaman pohon di daerah-daerah
tersebut penting dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan daerah serapan air
dan pohon digunakan sebagai indikator untuk mencegah berbagai pencemaran tanah,
pencemaran air, serta pencemaran udara yang ditimbulkan oleh asap-asap
kendaraan. (Ditulis Oleh: Wahid
Priyono, S.Pd. – Alumni Pendidikan Biologi Universitas Lampung).

One thought on “Menanam Pohon, Antisipasi Pemanasan Global (Global Warming)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *