Apa Itu Model Pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Head Together) ???

Pembelajaran
kooperatif  NHT (Numbered Head Together) merupakan salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang menekankan pada struktur khusus dan memiliki tujuan untuk
meningkatkan penguasaan akademik. 
Menurut Trianto (2010:82) pembelajaran kooperatif  NHT (Numbered
Head Together
) atau penomoran berpikir bersama adalah merupakan jenis
pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa
dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.  Numbered
Head Together
(NHT) pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen untuk
melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu
pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Model pembelajaran
kooperatif  NHT (Numbered Head Together) memberi  kesempatan kepada siswa untuk membagikan
ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat serta mendorong siswa
untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka (Lie, 2008 :59).
Ibrahim (dalam
Herdian, 2009:1) mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam
pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu:
1.  Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
 2.  Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar
siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai    berbagai latar belakang.
 3. 
Pengembangan keterampilan sosial
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Menurut Trianto, (2010: 82-83) dalam mengajukan
pertanyaan kepada seluruh kelas, guru menggunakan struktur empat fase sebagai
sintaks NHT sebagai berikut:
a.    
Fase 1: Penomoran
Dalam fase ini,
guru membagi siswa ke dalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota
kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
b.   
Fase 2: Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan
pertanyaan kepada siswa.  Pertanyaan
dapat bervariasi.  Pertanyaan dapat amat
spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya. 
Misalnya, “Berapakah jumlah gigi orang dewasa?”  Atau berbentuk arahan, misalnya “Pastikan
setiap orang mengetahui 5 buah  kota
provinsi yang terletak di Pulau Sumatera.”
c.    
Fase 3: Berpikir Bersama
Siswa menyatukan
pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam
timnya mengetahui jawaban tim.
d.     
Fase 4: Menjawab
Guru memanggil suatu
nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan
mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *