Komponen Nonprotoplasmik (Bahan Ergastik): Ergastik Cair dan Ergastik Padat

Komponen
Nonprotoplasmik (Bahan Ergastik)
Komponen
nonprotoplasmik di dalam sel tumbuhan terdiri atas dua bagian, yaitu:
1.     
Bahan Ergastik Cair, terdapat
di dalam cairan sel, berupa zat-zat yang larut di dalamnya. Cairan sel terdapat
di dalam vakuola. Tiap-tiap vakuola mungkin berbeda komp[osis zat larutnya.
Contoh bahan ergastik cair adalah:
a.      
Asam-asam organic, dapat berupa
asam oksalat, asam sitrat, asam malat, dll. yang kadang-kadang dalam bentuk
garamnya. Konsentrasi asam organic yang tingi dijumpai pada buah-buahan yang
masih muda.
b.     
Karbohidrat, berupa sakarida
terlarut baik disakarida maupun monosakarida.
c.      
Protein, berupa asam amino dan
peptide sederhana.
d.     
Lemak, berupa lemak atau minyak
cadangan makanan, misalnya asam palmitat, asam stearat pada biji kacang tanah
dan daging buah kelapa.
e.      
Zat penyamak (tanin), berfungsi
sebagai bahan pelindung, misalnya pada tumbuhan gambir.
f.      
Antosianin, merupakan pigmen
vakuola, misalnya pada epidermis mahkota bunga dan daun yang tidak hijau.
g.     
Alkaloid, berupa: cafein (pada
kopi), capsein (pada lombak), papain (pada pepaya), Theobromin (pada coklat),
Hars (pada Pinus merkusii yang
disadap untuk memperoleh terpentin).
h.     
Minyak atsiri, merupakan
senyawa yang mempunyai daya membias cahaya yang kuat. Bagian tumbuhan yang
mengandung minyak atsiri tampak mengkilat. Minyak atsiri terdapat pada: kulit
buah jeruk dan Lombok, kulit batang kayu manis, daun kayu putih, daun mahkota
bunga mawar, dan rizoma jahe.
2.     
Bahan Ergastik Padat
Bahan ergastik
yang bersifat padat antara lain:
a.      
Amilum (pati), terdapat di
dalam kloroplas atau leukoplas. Plastid pembentuk tepung disebut amiloplas,
yang dibedakan menjadi: 1. Leukoamiloplas, putih menghasilkan tepung cadangan
makanan, 2. Kloroamiloplas, hijau menghasilkan tepung asimilasi.
b.     
Tanin, merupakan kelompok
turunan fenol yang heterogen. Tanin dapat dijumpai sebagai butiran atau benda
berwarna kuning, merah atau coklat pada daun, jaringan pembuluh, buah muda,
kulit biji, serta dalam jaringan yang terserang penyakit. Tanin diduga
berfungsi melindungi tumbuhan terhadap dehidrasi, pembusukan, dan gangguan dari
hewan. Tanin dipakai secara komersial dlam industry penyamakan kulit mentah
hewan.
c.      
Protein, protein merupakan
bahan utama protoplas yang hidup. Brfungsi sebagai bahan cadangan dlam bentuk
amorf atau Kristal. Pada beberapa biji terdapat sebagai aleuon. Sebuah aleuron
berisi satu atau lebih kristaloid putih telur dan sebuah atau beberapa buah
globoid, yaitu bulatan kecil yang tersusun oleh zat fitin (garam Ca dan Mg dari
asam inositol fosforat), serta zat putih telur amorf. Pada biji padi dan
jagung, butir-butir aleuron terdapat di dalam sel-sel jaringan endosperm paling
luar. Lapisan ini disebut lpisan aleuron. Lapisan ini biasanya akan terbuang
bila mencuci beras terlalu bersih sebelum dimasak.
d.     
Kristal, bahan-bahan anorganik
di dalam protoplas dapat berupa Kristal Ca-oksalat dan bend silica. Bahan-bahan
tersebut merupakan hasik akhir atau rekresi dari suatu pertukaran zat yang
terjadi di dalam sitoplasma. Kristal Ca-oksalat terdapat dalm bentuk, yaitu:
Kristal pasir, Kristal tunggal besar, rafida, Kristal sferit, dan Kristal majemuk.
Benda silica terbentuk dalam epidermis beberapa tumbuhan, seperti: Cyperaceae,
Palmae, Rapataceae, dan sel-sel jari-jari empulur serta parenkim Lauraceae.
e.      
Minyak, Lemak, dan Lilin.
Minyak dan lemak merupakan bahan cadangan makanan yang penting dalam tumbuhan,
dijumpai pada biji dan buah. Dihasilkan dari elaioplas atau sferosom. Sedangkan
lilin biasanya membentuk selaput pelindung pada epidermis batang, daun, dan
buah. Lilin sangat jarang terdapat pada sel. Komponen lipid selain minyak,
lemak, dan lilin, adalh terpentin dan minyak esensial, biasanya dihasilkan oleh
jaringan sekretori yang khas.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *