Struktur, Klasifikasi, Serta Manfaat Serat Komersial Yang Diambil Dari Serat Tumbuhan

Istilah
serat, sebagaimana dipakai dalam dunia industri, biasanya tidak mempunyai arti
yang sama dengan yang diartikan oleh para ahli botani. Misalnya serat Linum,
yang diperdagangkan sebenarnya adalah seberkas serat, dan yang berasal dari daun monokotil, seperti misalnya Agave, Musa textilis,dll, biasanya adalah
berkas pembuluh dengan seludang di sekeliling serat. Serat-serat yang
diperdagangkan dari berbagai tumbuhan meliputi system pembuluh akar, seperti
pada Muhlenbergia, atau meliputi keseluruhan tumbuhan. Serat gossypium (kapas)
yang diperdagangkan adalah rambut epidermis pada biji. Serat kapuk adalah
rambut yang dihasilkan oleh permukaan bagian dalam daun buah Cieba pentandra.
Serat
yang diperdagangkan dibagi menjadi dua tipe, serat keras dan serat lunak. Serat
keras adalah serat yang mamiliki kadar lignin yang tinggi pada dindingnya dan
yang bertekstur kaku. Serat lunak dapat mengandung atau tanpa lignin, seratnya
serta elastic, dan berasal dari kotiledon.
Serat
juga diklasifikasikan sesuai dengan kegunaanya :
  1. Serat
    tekstil yang digunakan untuk industri bahan pakaian
  2. Serat
    tambang
  3. Serat
    sikat untuk industri sikat dan sapu
  4. Serat
    pengisi yang digunakan untuk bahan pengisi seperti kasur, kursi, ikat
    pengaman, dan lain-lain.
Pada
industri tekstil serat terpenting yang digunakan ialah kapas dan dalam jumlah
kecil, linen, rami, dan henep. Untuk bahan pakaian yang lebih kasar, seperti
misalnya kantung dan karung, banyak digunakan yute; bahan serat kasar lain
seperti kapas, linen, henep, digunakan dalam jumlah sedikit. Untuk pembuatan
benang pintal, yute, kapas, henep, dan dalam jumlah kecil , digunakan linen dan
beberapa serat keras. Tambang dan anyaman tali di buat dari bahan serat keras.
Serat juga digunakan dalam industry kertas; bergantung pada sifat fisik dan
kimia, berbagi tipe kertas dapat dibuat (Clarck, 1965).

Dari
segi teknologi, bentuk, panjang, dan struktur dinding sel serat sangat penting
dalam industri serat. Perhatian khusus tertuju pada panjang serat seberapa luas
serat, serat saling tumpang tindih, dan bagaimana serat itu saling bersambungan
. Orientasi satuan selulosa pada dinding berperan penting dalam sifat fisik
kayu dan serat-serat dagang. Elastisitas dan daya rambat panas akan meningkat
jika tingkat orientasi kesejajaran terhadap panjang serat meningkat.
Pembengkakan akan lebih besar pada arah tegak lurus daripada dalam arah sejajar
terhadap molekul selulosa: hal ini juga terjadi di dalam air yang didalamnya itu
pembengkakan hamper selalu intermikrofibrilar (Preston,
1963).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *