Proses Penebalan Dinding Sekunder Sel Trakea Pada Tumbuhan Angiospermae & Gnetophyta

Trakea Hanya dimiliki oleh
tumbuhan  Angiospermae & Gnetophyta. Penebalan dinding pada
trakea dan trakeid bervariasi menurut saat
pertumbuhannya :
1.   
 Saat bagian
tumbuhan sedang memanjang : penebalan spiral, cincin (annular), tangga
(scalariform).
2.   
Setelah pemanjangan: jala, penebalan noktah atau
tangga
a.   
Penebalan cincin
Perubahan
jenis cincin adalah pola penebalan dinding sekunder yang
paling sederhana. Lapisan sekunder
tidak menutupi seluruh dinding permukaan dinding primer seperti ada sklereid dan serat, melainkan berupa cincin kecil dibagian
dalam dinding primer, setiap cincin terpisah
dari cincin yang
lain. Susunan yang seperti ini memberikan kekuatan pada sel
yang
robek,dan tidak
mengunakan bahan dinding terlampau banyak titik cara seperti ini
juga menimbulkan permukaan dinding primer yang cukup luas. Untuk memungkinkan air masuk dan keluar sel.
Sebagaimana pada kebanyakan serat dan sklereid, bagian dinding sekunder berlignin dan tahan air.
b.   
Penebalan spiral
Pola penebalan ini serupa perubahan jenis cincin namun dinding
sekunderberupa satu atau dua spiral. Keuntungan dan kerugianya
sama dengan jenis cincin. Pada sel muda, penebalan spiral merapat sekali,  namun suatusel memanjang akibat pertumbuhan sel
sekelilingnya, spiral juga
merenggang menjadi kurang rapat. Sel ini juga akhirnya akan sobek oleh peluasan sel-sel
di dekatnya.
c.   
Penebalan skalariform
atautangga
Pada jenis
penebalan ini dinding sekunder jauh lebih
banyak peluasannya dibandingkan dengan kedua
jenis yang terdahulu. Hampir setengah permukaan dinding
primer tertutup olehnya. Pada perapatan berwarna,
dinding sekunder berwarna gelap menyerupai anak
tangga dan ruang tak tertutup pada
dinding sekundertampak seperti daerah
yang lebar dan lonjong.Yang penting, arah
penebelan sekunder tidak hanya melebar melainkan juga
vertical sehingga
unsur trakeal diperkuat disemua
pihak. Dengan demikian dinding
tidak akan rebah kearah
dalam dan juga tahan terhadap
pemanjang yang dilakukan pertumbuhan
disekelilingnya.
Sel ini dapat lepas dari sel sekelilingnya atau menghambat pertumbuhannya.
Sifat seperti itu tak dapat dipakai oleh unsur trakeal yang
terdapat pada organ yang sedang tumbuh melainkan
hanya bermanfaatuntuk bagian organ yang proses pemanjangan primernya telah
berhenti.
d.  
Penebalan jala
Penebalan sekunder Seperti pada penebalan tangga tetapi menyusun
bentuk jala yang kurang teratur.
Bagian penebalan
vertikal lebih banyak lagi,dan sebagiamana
untuk
jenis tangga, jenis jala inipun tidak
bisa meluas selnya.
e.   
Penebalan noktah/terlindung bulat
Pada
beberapa tumbuhan terdapat sejumlah tonjolan yang tumbuh dibatas dalam tepi
noktah
terlindung. Noktah seperti
itu dinamakan noktah
bertonjolan. Tonjolan membentuk permukaan
serupa sikat yang mungkin dapat mendukung selaput noktah dan mencegah peregangan dan pelenturannya
yang terlalu banyak,
yang dapat mematahkanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *