Mengenal Kromium (Cr): Pengertian, Asal Muasal, Dan Manfaat Kromium

Posted on
 KROMIUM
(Cr)
Kromium adalah elemen
yang secara alamiah ditemukan dalam konsentrasi yang rendah di batuan, hewan,
tanaman, tanah, debu vulkanik, dan juga gas. Kromium terdapat di alam dalam
beberapa bentuk senyawa yang berbeda (Ehsa.2012). Kromium terdapat dalam bijih tambang. Penambangan,
peleburan dan penggunaan idustri cenderung meningkatkan kadarnya dalam
lingkungan. Logam ini digunakan untuk membuat baja antikarat, berbagai aloi,
dan pigmen. (Lu, 1994 : 363)
a.     
Manfaat
Kromium

Bagi  industri metalurgi, kromium berperan sebagai
pencegah korosi, menghasilkan logam antara lain sebagai bahan komponen alloy,
anodized allumunium, chrome plating, dan wood threathment. Kromium dalam jumlah
kecil digunakan  sebagai water
threathment ,katalisator, safety matches, copy machine toner, photographic
chemical, magnetic tapes, pelapis pada spare part kendaraan bermotor, dan untuk
stainless steel yaitu campuran 18% Cr, 8 % Ni, sedikit Mn, C, P, S, Si, dan Fe.
Kromium digunakan juga untuk pembuatan alat orthopedi , sebagai radioisotope
kromium yang bisa menghasikan sinar gamma untuk penandaan sel darah merah,
serta sebagai penjinak sel tumor. Sedangkan untuk industry kimia, logam ini
berguna sebagai bahan dasar pigmen cat, karena Cr mengandung komponen warna merah,
kuning, orange, dan hijau. Sedang senyawa Cr (III) oksida sebagai metal polish
anamel painting dan glass staining garam, Cr memberikan warna hijau jamrud pada
gelas.
Hakekatnya,kromium akan
meningkatkan temperature austenisasi. Pada jenis baja tahan karat dan tahan
panas, Cr meningkatkan ketahanan korosi karena Cr bisa membentuk lapisan krom
oksida dipermukaan baja, meningkatkan kemampuan kekerasan baja, kekuatan tarik,
ketangguhan  dan tahan abrasi.Logam ini
selain berfaedah bagi industry tetapi alam kenyataan Cr (III) merupakan
mikronutrien bagi makhluk hidup. Hanya bila dalam dosis tinggi akan memberikan
efek buruk bagi kesehatan.
Kromium (III)
dibutuhkan untuk metabolisme hormone insulin dan  pengaturan kadar glukosa darah. Kromium
terlibat dalam produksi insulin dan menghasilkan energy dari glukosa, sehingga
logam itu merupakan kofaktor insulin. Apabila terjadi defisiensi Cr (III) bisa
menyebabkan hiper glisemia, glukosaria, meningkatnya cadangan lemak tubuh,
menurunnya berat badan tubuh, munculnya penyakit kardiovaskuler, menurunnya
jumlah sperma, dan menyebabkan infertilitas. Kromium (III) banyak ditemukan
pada pelbagai jenis makanan segar dan air minum. Makanan sumber Cr antara lain
roti, biji – bijian, buah segar, daging, ikan dan minyak nabati.
Senada
dengan ungkapan Rompes, menurut Cotton & Wilkinson, 2007 dalam Fauzi.2012,
kromium (III) adalah nutrisi penting
bagi manusia, jika kekurangan dapat menyebabkan penyakit jantung, gangguan
metabolisme dan diabetes. Tetapi penyerapan terlalu banyak kromium (III)
dapat menimbulkan efek kesehatan juga, untuk ruam kulit misalnya.
Senyawaan kromium (III) banyak tedapat dalam bentuk kompleks oktahedral,
seperti pada Cr2O3 atau [Cr(NH3)6]3+ 

Defisiensi Cr pada
manusia biasanya dialami oleh bayi yang mengalami malnutris kalori protein dan
pada usia lanjut dengan kemampuan rendah dlam toleransi gula. Defisiensi Cr
bisa mengganggu metabolism glukosa, lemak dan protein serta mengganggu
pertumbuhan. Ketika terjadi defisiensi Cr, maka kerja insulin menjadi kurang
efektif sehingga kadar gula darah menjadi tinggi, (Rompas,2010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *