SUSUNAN SISTEM SARAF PADA HEWAN DAN MANUSIA

Posted on
Sumber gambarwww.artikelbiologi.com
2.3  Susunan Sistem Saraf
System saraf pusat terdiri atas otak
dan sumsum tulang belakang.
Seluruh aktivitas tubuh kita
dikendalikan oleh system saraf pusat tersebut. Otak berfungsi sebagai pusat
koordinasi dalam tubuh. Otak dilindungi oleh tengkorak sedangkan sumsum tulang
belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Kedua organ system saraf
juga dilindungi oleh selaput otak yang disebut meninges. Meninges terdiri dari
tiga lapis, dari dalam keluar, yaitu:
1.     
Pia mater merupakan selaput paling
dalam dan sangat dekat dengan permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan
ini menyelipkan diri ke dalam celah-celah yang ada pada otak dan sumsum tulang
belakang. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah, sehingga berperan dalam
menyalurkan oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.
2.     
Araknoid, berupa selaput jarring
yang lembut, terletak anatar pia mater dan dura mater.
3.     
Dura mater  merupakan lapisan terluar yang padat dan keras
serta bersatu dengan tengkorak ( Nina.2012
).
Otak merupakan pusat saraf utama,
terletak didalam rongga tengkorak. Ukuran otak manusia bervariasi, ditentukan
oleh jenis kelamin, umur, dan ukuran fisik seseorang. Ukuran otak manusia
mencapai maksimum pada usia 18 tahun. Berat otak orang dewasa sekitar 1,4 kg.
Otak manusia terdiri atas dua belahan (hemisfer) yang besar. Otak dibagi
menjadi 3 daerah, yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang. Pembagian
daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan  otak pada fase embrio,
sedangkan pada otak manusia dewasa sudah tidak tampak nyata karena
masing-masing terdiri dari beberapa bagian atau lobus.
Thalamus memproses seluruh
rangsangan sebelum disampaikan ke bagian lain di otak. Jadi, thalamus merupakan
pusat penerus impuls sensori ke berbagai bagian sensori serebrum. Thalamus juga
melakukan persepsi terhadap rasa sakit dan rasa menyenangkan. Thalamus mengatur
dan mengoordinasi manifestasi luar dari emosi.
Hipotalamus memiliki fungsi penting
untuk mengontrol sejumlah fungsi autonom. Hipotalamus merupakan pusat
koordinasi system saraf autonom yang mengendalikan suhu tubuh, selera makan,
lapar, haus, keseimbangan metabolism karbohidrat dan lemak, tekanan darah,
tingkah laku, dan tidur. Hipotalamus juga mengontrol fungsi tertentu kelenjar
pituitary (kelenjar hipofisis) dengan menghasilkan faktor pelepas.

Kelenjar pituitary atau hipofisis
serebri adalah kelenjar endokrin yang terletak di lekuk kecil pada dasar
tengkorak (selatursika), tepat di bawah hipotalamus dan dihubungkan oleh
tangkai kecil. Satu-satunya fungsi kelenjar pituitary yang telah diketahui
adalah sekresi hormone.(Armadi, 2012).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *