Strategi Serta Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu (Integrated Learning)

A. Strategi Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran
terpadu dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu memadukan siswa dan memadukan
materi-materidari matapelajaran-matapelajaran.
1.
Integrasi melalui pemaduan siswa
Cara ini memadukan beberapa kelas menjadi satu kelas,
sehingga 1
pembelajaran kelas diikuti oleh lebih dari satu tungkat usia siswa. Misalnya
kelas 1 dan kelas 2 SD diajar matematika bersama-sama. Cara ini tentunya
memerlukan keahlian guru untuk memberikan tugas yang bertingkat sehingga siswa
belajar dari yang mudah menuju tingkat yang lebih sulit. Siswa kelas 1 dapat
belajar dari siswa yang lebih tua dan lebih pengetahuannya, sedangkan siswa
yang lebih tua (kelas 2) dapat mengajarkan pengetahuannya kepada siswa yang
lebih
muda.
2.
Integrasi materi/matapelajaran
Cara ini memadukan materi dari beberapa mata pelajaran
dalam satu kesatuan kegiatan
pembelajaran. Dalam 1 kegiatam pembelajaran siswa belajar berbagai
matapelajaran misal matematika, Bahasa, IPA, dan IPS. Cara ini biasanya
dilakukan dengan memadukan topik-topik(tema-tema) menjadi satu kesatuan tema
yang
disebut tematik unit. Tematik unit merupakan rangkaian tema yang dikembangkan
dari suatu tema dasar. Sedangkan tema dasar merupakan pilihan atau kesepakatan
antara guru dengan siswa berdasarkan kajian keseharian yang dialami siswa
dengan penyesuaian dari materi-materi yang ada pada kurikulum. Selanjutnya tema
dasar tersebut dikembangkan menjadi banyak tema yang disebut unit
tema(subtema).
B. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu
Pada
dasarnya ada 2 tahap yang harus
dilalui dalam prosedur pembelajaran terpadu yaitu tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
1. Tahap Perencanaan Pembelajaran Terpadu
Perencanaan
pembelajaran pada dasarnya adalah rangkaian yang
memuat isi dan kegiatan pembelajaran yang bersifat menyeluruh dan sistematis,
yang akan digunakan sebagai pedoman oleh guru dalam mengelola kegiatan belajar
mengajar. Dalam pembalajaran terpadu perencanaan yang harus dilakukan seorang
guru adalah sebagai berikut :
a. Pemilihan tema dan unit-unit tema
Pemilihan tema ini dapat dating dari staf pengajar yaitu
guru kelas atau guru bidang studi dan siswa. Biasanya guru yang memilih tema
dasarnya dan dengan musyawarah siswa memilih unit tema. Pemilihan tema dasar
yang dilakukan oleh guru dengan mengaju pada tema dan materi-materi pada pokok
bahasan pada setiap matapelajaran yang terdapat padu kurikulum. Tema dapat juga
dipilih berdasarkan pertimbangan lain, yaitu :tema yang dipilih merupakan
consensus antar siswa, missal dari buku-buku bacaan, pengalaman, minat,
isu-isu, yang sedang beredar di masyarakat dengan mengingat ketersediaan sarana
dan sumber belajar yang sesuai dengan tingkat perkembanagn siswa.
1) Tema dasar-Unit tema
Tema dapat muncul dari siswa, kemudian guru yang
mengorganisir
atau guru melontarkan tema dasar, kemudian siswa mengembangkan unit temanya.
2) Curah pendapat
Curah pendapat ini bermanfaat untuk memunculkan tema dasar
kemudian dikembangkan menjadi unit tema. Setelah tema dasar dan unit tema
dipilih
maka akan terbentuk jarring-jaring.
Ada beberapa
syarat yang harus dipenuhi dalam penentuan tema, yaitu :
Ø Penentuan tema merupakan hasil
ramuan dari
berbagai materi di dalam satu atau beberapa matapelajaran.
Ø Tema diangkat sebagai sarana untuk
mencapai tujuan
pembelajaran yang terpadu dalam materi pelajaran, prosedur penyampaian, serta
pemaknaan pengalaman belajar oleh para siswa.
Ø Tema disesuaikan dengan
karakteristik belajar
siswa sehingga asas perkembangan berpikir anak dapat dimanfaatkan secara
maksimal.
Ø Tema harus bersifat cukup
problematic atau
popular sehingga membuka kemungkinan luas untuk melaksanakan pembelajaran yang
yang beragam yang mengandung substansif yang lebih luas yang apabila
dinbandingkan dengan pembelajaran yang biasa.
Beberapa prosedur pemilihan/pemilihan tema adalah sebagai
berikut :
v Model ke-1
Pada model ini tema sudah ditentukan atau dipilih
oleh guru berdasar pada beberapa kurikulum bebrapa matapelajrana yang kemudian
dapat dikembangkan menjadi sub-sub tema atau unit tema.
v Model ke-2
Pada model ini tema ditentukan bersama antara guru
dengan siswa. Meskipun demikian tema tidak boleh lepas dari materi yang akan
dipelajari.
v Model ke-3
Pada model ini tema ditentukan oleh siswa dengan
bimbingan guru.
b. Langkah perencanaan aktivitas
Langkah perencanaan aktivitas di sini meliputi : pemilihan
sumber, pemilihan aktivitas, dan perencanaan evaluasi. Evaluasi dalam
pembalajaran terpadu meliputi berikut ini :
1) Janis evaluasi yaitu evaluasi otentik.
2) Sasaran evaluasi berupa proses dan dan hasil belajar
siswa.
3) Aspek yang dievaluasi
Keseluruhan aspek kepribadian siswa dievaluasi yaitu
meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
4) Teknik-teknik evaluasi yang digunakan meliputi :
a) Observasi (mengamati prilaku hasil belajar siswa)
dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian.
b) Wawancara guru dan siswa dengan menggunakan pedoman
wawancara.
c) Evaluasi siswa
d) Jurnal siswa
e) Portofolio
f) Tes prestasi belajar ( baku atau
buatan guru)
c. Kontrak belajar
Kontrak belajar ini akan memeberikan arah dan isi aktivitas
siswa dan merupakan suatu kesepakatan anatara guru dan siswa.
2. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Trepadu dan Evaluasi
Pada tahap pelaksanan ini langkah-kangkahnya adalah sebagai
berikut :
a. Aktivitas siswa
Aktivitas dapat berupa : pengumpulan informasi baik kelompok
maupun individual, membaca sumber, wawancara dengan narasumber, pengamatan
lapangan, eksperimen, pengolahan informasi, dan penyusuna laporan.
b. Kulminasi (Sharing) dalam bentuk penilaian proses
(merupakan dampak dari proses pembelajaran, dampak pengiring, prosedur formal
dan informal terutama untuk memperoleh balikan) yaitu penyajian laporan,
diskusi dan balikan, unjuk kerja dan pameran, serta evaluasi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *