Pembelajaran Examples Non Examples: Pengertian dan Sintaks/Langkah Pembelajaran

Posted on
Pembelajaran
examples non examples berorientasi
pada pembelajaran kooperatif atau cooperative
learning
. Model pembelajaran examples
non examples
merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai
media pembelajaran. Penggunaan media gambar ini disusun dan
dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk
diskripsi singkat mengenai apa yang ada di dalam gambar. Penggunaan model pembelajaran
examples non examples ini lebih
menekankan pada konteks analisis siswa. Biasanya model ini lebih dominan
digunakan di kelas tinggi, namun dapat juga digunakan di kelas rendah dengan
menekankan aspek psikologis dan tingkat perkembangan siswa kelas rendah
seperti: a) kemampuan berbahasa tulis dan lisan, b) kemampuan analisis ringan,
dan kemampuan berinteraksi dengan siswa lainnya (Santoso, 2011: 1). Selain
itu, Santoso (2011: 1)
mengungkapkan bahwa model pembelajaran examples
non examples
menggunakan gambar dapat melalui OHP, proyektor, ataupun yang
paling sederhana adalah poster. Gambar yang kita gunakan haruslah jelas dan
kelihatan dari jarak jauh, sehingga anak yang berada di belakang dapat juga
melihat dengan jelas.
Menurut Widodo (2009: 1), model pembelajaran examples non examples   menggunakan contoh yang didapat dari
kasus/gambar yang tentunya relevan dengan Kompetensi Dasar/KD. Sedangkan,
langkah-langkah
pembelajarannya adalah sebagai berikut :
            1.      Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok, masing-masing kelompok terdiri tiga sampai empat orang siswa.
  1. Guru mempersiapkan
    gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru menempelkan
    gambar di papan tulis, ditayangkan melalui OHP atau LCD proyektor melalui
    komputer/laptop.
  3. Guru memberi
    petunjuk dan memberi kesempatan kepada para  siswa untuk
    memperhatikan dan menganalisa gambar.
  4. Melalui diskusi
    kelompok tiga sampai empat orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar
    tersebut dicatat pada kertas/lembar kerja.
  5. Tiap kelompok
    diberi kesempatan membacakan lembar kerja/hasil diskusinya.
  6. Mulai dari
    komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan
    tujuan yang ingin dicapai.
  7. Kesimpulan.

Kelompok
dengan nilai tertinggi diberi reward (misal tanda bintang pada lembar kerja)
lalu ditempel di dinding kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *