Model-Model Pembelajaran Terpadu: Connected Model, Webbed Modle, Intergrated Modle

Model-Model Pembelajaran Terpadu
1. Model hubungan/model terkait (Connected Model)
Model
pembalajaran ini menyajikan hubungn yang eksplisit di dalam suatu mata pelajaran yaitu menghubungkan satu topik dengan topik yang lain, satu konsep ke konsep yang lain, satu
keterampilan dengan keterampilan yang lain, satu tugas ke tugas yang berikutnya. Pada
pembelajaran model ini kunci utamanya adalah adanya satu usaha sadar untuk menghubungkan bidang kajian dalam satu disiplin ilmu. Keunggulan
dari model pembelajaran ini adalah siswa memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus.
Contoh:
Guru menghubungkan/menggabungkan konsep matematika tentang uang dengan konsep jual
beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.
2. Model Jaring Laba-Laba/ Model Terjala (Webbed Modle)
Model
pembelajaran ini pada dasarnya menggunakan pendekatan
tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema
tertentu. Tema yang ditetapkan dapat dipilih antara guru dengan siswa atau
sesame guru. Setelah tema telah disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan
sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan antarmatapelajaran.
Dari
sub-sub tema ini direncanakan aktivitas belajar yang harus
dilakukan siswa.keuntungan dari model pembelajaran terpadu ini bagi siswa
adalah diperolehnya pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari
ilmu-ilmu yang berbeda.
Contoh:
Siswadan guru memnentukan tema misalnya air, maka guru-guru matapelajaran dapat mengajarkan tema air itu ke dalam sub-sub tema misalnya siklus air, kincir angin, air waduk, air sungai, bisnis air dari
PDAM yang tergabung dalam matapelajaran matematika, IPS, IPA, dan Bahasa
3. Model Terpadu (Intergrated Modle)
Model
pembelajaran terpadu ini menggunakan pendekatan antarmatapelajaran. Model ini diusahakan dengan cara menggabungkan beberapa matapelajaran yaitu dengan menetapkan prioritas dari
kurikulum dan menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang
tindih di dalam matapelajaran.
Contoh:
Pada awalnya guru menyeleksi konsep-kpnsep keterampilan dan nilai sikap yang
diajarkan dalam satu semester dari beberapa matapelajaran misalnya :
matematika, IPS, IPA dan Bahasa. Selanjutnya dipilih beberapa konsep,
keterampilan dan nilai sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang
tindih di antara beberapa matapelajaran. Keuntungan
dari model pembelajaran

ini adalah siswa mudah menghubungkan dan mengaitkan materi dari beberapa
matapelajaran.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *