Komponen Penyusun Sel Saraf dan Mekanisme Kerjanya

2.3  Komponen
Penyusun Sel Saraf
Komponen penyusun sel saraf antra lain :
1.     
Sel Saraf
(neuron), Sistem saraf dibangun oleh triliunan sel saraf atau
neuron. Sel saraf memiliki kepekaan terhadap rangsang dan mampu
menghantarkannya. Sebuah sel saraf memiliki satu badan sel yang memiliki
sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar tonjolan-tonjolan sitoplasma.
Ada dua macam tonjolan sitoplasma, yaitu dendrite dan neurit. Dendrit merupakan
tonjolan sitoplasma yang terletak pada badan sel, berfungsi untuk meneruskan
impuls dari reseptor atau dengan ujung-ujung akson dari neuron lain. Neurit
(akson) merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi menyalurkan
impuls dari badan sel. Neurit dari beberapa sel saraf dibungkus oleh selaput
mielin
. Pembagian neuron yaitu :
Nama
Struktur
Fungsi
Neuron
sensori
Badan
selnya bergelombang membentuk ganglion. Aksonnya pendek, sedangkan dendritnya
panjang
Membawa
rangsangan ke system saraf pusat
Interneuron
(neuron intermediet)
Dendritnya
pendek dan aksonnya ada yang pendek dan panjang
Menerima
rangsangan dari neuron sensori atau neuron intermediet yang lain.
Neuron
motor
Dendrite
pendek dan aksonnya panjang
Membawa/meneruskan
system saraf pusat ke efektor
2.4 Mekanisme
Kerja Saraf
Rangsangan yang diterima oleh saraf
sensori dihantarkan melalui sel saraf dan sinapsis. Sinapsis merupakan titik
pertemuan antara terminal neuron yang satu dengan lainnya.
a.       Penghantaran
lewat sel saraf. Jika tidak ada penghantaran, dikatakan bahwa neuron dalam
keadaan istirahat. Muatan listrik di luar membrane neuron adalah positif,
sedangkan muatan listrik di dalam neuron adalah negative ( polarisasi ). Jika
neuron dirangsang dengan kuat, maka permeabilitas membrane akan berubah.
Akibatnya, polarisasi membrane berubah. Polarisasi mengalami pembalikan di
lokasi tertentu. Kemudian proses pembalikan polarisasi diulang sehingga
menyebabkan rantai reaksi. Dengan demikian, impuls berjalan sepanjang akson.
Setelah impuls berlalu, membrane neuron memulihkan keadaannya seperti semula.
Selama masa pemulihan ini, impuls tidak bisa melewati neuron tersebut. Waktu
ini disebut periode refraktori.
b.      Penghantaran
lewat sinapsis. Sinapsis adalah penghubung yang mengendalikan komunikasi
antarneuron. Jika impuls tiba di tombol sinapsis, maka akan terjadi peningkatan
permeabilitas membrane prasinapsis terhadap ion Ca. akibatnya, ion Ca masuk dan
gelembung sinapsis melebur dengan membrane prasinapsis sambil melepaskan neurotransmitter
ke celah sinapsis. Neurotransmitter membawa impuls ke membrane
post-sinapsis. Setelah menyampaikan impuls, kemudian neurotransmitter
dihidrolisis oleh enzim yang dikeluarkan membrane post-sinapsis, misalnya enzim
asetilkolinesterase. Jika neurotransmitternya berupa asetilkolin, maka akan
dihidrolisis menjadi kolin dan asam etanoat. Kolin dan asam etanoat ini
kemudian disimpan di gelembung sinapsis untuk dipergunakan lagi (Effendi, 2010 ).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *