Puting+Papilla-Papilla Pengecap Pada Lidah: Tranduksi Rasa Pahit, Rasa Manis, Asam, dan Asin

Sumber gambar: Raven dan Johnson (dalam situs perpustakaancyber.blogspot.com)
Ketika penciuman
terganggu karena flu, tiba-tiba makanan tidak menarik selera. Sebenarnya, yang
kita namakan selera merupakan proses kerja indra penciuman. Dibanding dengan
indra perasa, indra penciuman jauh lebih peka, yaitu sekitar 10.000 kali lebih
peka. Hanya ada empat rasa yang dapat dideteksi indra pengecapan kita: manis,
asam, asin, dan pahit. Indra penciumanlah yang membantu membedakan nuansa empat
rasa tersebut. Dengan kata lain, sensasi dan aneka kenikmatan yang kita
dapatkan dari makanan lebih merupakan kerja keras indra penciuman, dan bukannya
lidah. Apa pun yang masuk ke mulut, meski baunya samar, sontak disambar oleh
rongga hidung, tempat bersemayamnya sel-sel penerima bau. Di sana diolah jadi
informasi yang lebih detail, tidak sekadar asam, manis, atau asam.

Transduksi rasa manis: Rasa manis dimulai dengan melekatnya molekul gula
pada porus perasa. Selanjutnya, 
pelekatan tersebut mengaktifkan protein G (stimulatory) yang terdapat
pada sitoplasma tapi melekat pada 
membran. Protein G adalah protein yang beriakatan dengan GTP.
Protein  G yang teraktivasi selanjutnya
akan mengaktifkan enzim adenilat siklase. Enzim adenilat siklase ini kemudian
akan mengkatalis pembentukan camp dari ATP. Terjadi peningkatan camp pada
sitoplasma mengakibatkan terstimulasinya enzim sitoplasma lainya. Enzim akan
memodifikasi saluran msuknya ion K untuk menutup. Tertutupnya saluran masuk ion
K ini mengakibatkan saluran keluarnya ion K terbuka, sehingga ion K akan segera
bergegas keluar yang akhirnya mengakibatkan terjadinya depolarisasi pada sel
pengecap tersebut. Depolarisasi sel tersebut mengkaibatkan terlepasnya molekul
neurotrabsmiter ke sinaps. Dari sinaps maka impuls akan dilanjtkan kesaraf
sensorik menuju pusat saraf, sehingga dapat disadari rasa manis oleh otak

1.   Transduksi rasa pahit : rasa pahit
dimiliki oleh berbagai macam tastant. Tastant pahit akan berikatan dengan reseptor yang juga tertanam dalam
membran. Pelekatan ini mengakibatkan teraktivasinya protein G lainya berbeda
dengan protein G rasa manis. Yang kemudian akan mengaktifkan enzim fosfolipase
C. Dengan aktifnya enzim fosfolipase C ini akan mengakibatkan terurainya  fosfoinositol fosfat menjadi inositol
trifosfat dan diasil gliserol. Inositol tyrofosfat merupakan senyawa yang larut
dalam sitoplasma
2.      Transduksi rasa asam : Rasa asam terjadi
karena konsentrasi proton. Membran sangat permiabel terhadap proton ini.
Masuknya proton kedalam sel mengakibatkan terjadinya depolarisasi sel tersebut,
akhirnya neurotransmiter dilepaskan disinaps. Pelepasan neurotrasmiter ini
mengakibatkan impuls dialirkan ke sistem saraf pusat. Depolarisasi ini terjadi
karena peningaktan muatan positif didalam sel. Hal ini terjadi karena pada sat
saluran proton terbuka maka saluran untuk keluarnya ion K akan tertutup, dengan
demikian intraseluler semakin bersifat elektropositif.

3.      Transduksi rasa asin : seperti halnya
transduksi rasa asam, rasa asin disebabkan oleh 
masuknya ion Na. Masuknya ion Na juga mengakibatkan tertutupnya saluran
untuk keluarnya ion K. Depolarisasi terjadi yang mengakibatkan terlepsnya
neurotransmiter yang kemudian digunakan untuk menyalurkan impuls ke pusat saraf,melalui
akson saraf sensorik (Widiastuti, 2002).
Catatan: Cantumkan sumber ketika anda sudah mengambil materi di blog ini. Dengan begitu anda berstatus bukan maling lagi…hehe terimakasih.