Pentingnya Penekanan Sikap Ilmiah dan Keterampilan Proses Sains Oleh Siswa Agar Berpikir Kritis

Posted on
RANGKUMAN:
Keterampilan Proses
Sains (KPS) adalah kemampuan siswa untuk menerapkan metode ilmiah dalam
memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan. KPS sangat penting bagi
setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan
sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru/ mengembangkan pengetahuan
yang telah dimiliki.
Sikap ilmiah pada
dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan
kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain  kecenderungan
individu  untuk bertindak atau berprilaku  dalam memecahkan suatu
masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah atau pola berpikir
yang akan bermanfaat dalam memecahkan masalah atau fenomena yang ditemui
sehari-hari.
Beberapa sikap
ilmiah yang biasa dilakukan
para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
a.   Sikap ingin tahu : apabila
menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya, maka ia beruasaha mengetahuinya;
senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa; kebiasaan menggunakan
alat indera  sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah;
memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
b.       Sikap kritis :  Tidak
langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan
menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan;  Tidak merasa
paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya
berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
c.      Sikap obyektif : Melihat
sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak
dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan
secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
d.  Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan
eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan
konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
e.      Sikap menghargai karya orang
lain
, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya,
menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
f.     Sikap tekun : Tidak bosan
mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’
tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai; terhadap
hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
g.       
Sikap terbuka : Bersedia
mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.
terbuka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *