Peristiwa Perkembangan Akar Pada Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Posted on
RANGKUMAN MATERI:

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

Sumber gambar: noviabio.blogspot.com
Peristiwa awal saat pembentukan akar
adalah penyusunan meristem apeksnya. Saat biji berkecambah, promeristem di
ujung akar embrio membentuk akar primer. Sementara akar primer akan tumbuh,
meristem apeks akan memperoleh bentuk tertentu. Dikenal dua macam jenis susunan
sel pada meristem akar, yaitu:
1) Silinder Pembuluh, korteks dan
tudung akar, masing-masing berasal dari terpisah pada meristem apeks, ketiganya
memiliki pemula sendiri-sendiri. Epidermis berdiferensiasi dari lapisan korteks
paling luar atau dari lapisan tudung akar paling dalam.
2) Semua lapisan sel dihasilkan oleh
sekelompok sel di titik tumbuh akar, sehingga sel disemua daerah akar memilki
pemula bersama.
Berdasarkan penelitian fisiologi dan
biokimia, pemula (inisial) akar yang menyebabkan pola dasar akar akan berhenti
membelah pada saat pertumbuhan akar berlangsung. Aktivitas pertumbuhan diganti
oleh sel yang terletak lebih dalam. Ada konsep pusat diam (Quiscent Centre),
yaitu sel yang semula adalah pemula plerom dan periblem, tidak sering membelah
dan tak banyak menunjukan perbedaan dalam ukuran dan sintesis asam nukleat dan
protein. Pemula tudung akar tidak termasuk pusat diam, berbentuk ½ bulatan atau
seperti cakram.
Pada jarak tertentu dari promeristem,
sel membesar dan berkembang menjadi sel terspesialisasi . Batas
epidermis,korteks, dan silinder pusat tampak jelas.  Rambut akar berdiferensiasi dari sel
epidermis. Korteks bertambah lebar, Lapisan sebelah dalam berdiferensiasi
menjadi endodermis. Pada silinder pembuluh yang paling dahulu tampak adalah
perisikel. Sel-sel floem yang pertama-tama dewasa, kemudian protoxilem di dekat
perisikel mendahului metaxilem yang ada di tengahnya.
Akar lateral berkembang pada jarak
tertentu di belakang meristem apeksakar. Pada Gymnospermae dan Angiospermae,
akar lateral umumnya dibentuk dalam perisikel. 
Pada akar diark, akar lateral tumbuh di tempat antara xilem dan floem;
akar triak dan tetrakh di hadapan berkas xilem; poliark, dihadapan berkas
floem.
Pembentukan akar lateral dimulai
dengan pembelahan secara periklinal pada beberapa sel perisikel. Sel yang
dihasilkan membelah lagi( periklinal atau antiklinal) dan terjadi himpunan sel.
Tonjolan yang terjadi adalah bakal(primordium) akar lateral.
Pada saat primordium akar bertambah
panjang korteks ditembus sehingga akar lateral muncul di permukaan akar induk.
Di awal perkembangan, sel-sel endodermis ikut membelah secara antiklinal namun,
setelah beberapa waktu akan rusak. Sel-sel korteks terdesak berubah bentuk atau
hancur. Unsur promeristem di ujung akar latetal sama dengan pola akar indduk,
kemudiana unsur floemdan xilem berhubungan dengan unsur yang sama pada akar
induk.
Akar pada tumbuhan gymnospermae dan
kebanyakan dikotil mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbbuhan sekunder pada
akar terdiri atas pembentukan jaringan pembuluh sekunder oleh kambium dan
pembentukan periderm oleh fologen , sehingga menambah tebal sumbu akarnya.
Sel-sel prokambium yang tidak tetap mengalami diferensiasi menjadi kambium
pembuluh, yang terletak di antara xilem dan floem primer.
Sel-sel perisikel yang berdekatan
dengan protoxilem juga menghasilkan kambium, sehingga kambium pembuluh dan
kambium yang dibentuk ini bersambungan dengan bentuk yang berkelok-kelok.
Kambium ini seterusnya akan membentuk floem sekunder ke arah luar dan xilem
sekunder ke arah dalam.
Bila pertumbuhan sekunder sangat
pesat, maka floem primer, endodermis, korteks, dan epidermis akan tanggal.
Terjadinya peridem mengikuti aktivitas kambium pembuluh, felogen muncul di
sebelah luar perisikel. Perikel kemudian berfungsi membentuk felem ke arah luar
dan feloderm ke arah dalamatau korteks sekunder ke arah sentripetal.
Pada dikotil basah, misalnya pada
Alfafa ( Medicago sativa ), xilem sekunder mengandung pembuluh kayu yang
beragam garis tengahnya. Dinding trakea mengalami penebalan tangga atau jala.
Serat dan parenkim xilem sering ditemukan bersamanya. Xilem ditengah terbagi
oleh jari-jari empelur yang berambung dengan yang ada pada floem. Floem berisi
pembuluh tapis dengan sel pengantar, serta, dan parenkim. Floem luar hanya
berisi serat dan parenkim penyimpan karena pembuluh tapis lama telah hancur.
Floem dan perisikel di mukanya berada di bawah periderm.
Pada dikotil berkayu, Misalnya pada  Phyrus, korteks yang segera rusak setelah
ada keaktifan periderm yang dibentuk dalam perisikel. Serat pada floem primer
akan bertahan lama. Jari-jari empulur behadapan dengan protoxilem. Sedangkan
jari-jari empulur yang lain akan berkembang kemudian dari kambium pembuluh.

Pada beberapa akar, pertumbuhan
sekunder dapat menyebabkan struktur anomali, misalnya pada Beta vulgaris ,
kemudian tersusun konsentris dan di bentuk dibagian sebelah luar jaringan
pembuluh asal. Sedangkan sel kambium dibentuk oleh sel perisikel dan floem dari
beberapa kali menghasilkan penambahan jaringan pembuluh. Setiap lingkaran
terdiri dari parenkim penyimpan serta berkas floem dan xilem yang terpisah oleh
parenkim yang lebar.

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

.

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

Sumber pustaka: Hasnunidah, Neni. 2010. Buku Ajar: Struktur Perkembangan Tumbuhan. Bandarlampung: Universitas Lampung

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *