Inilah Cara Paling Ampuh Menulis Secara Efektif – Mengetahui Personal Branding

Posted on
Hari libur yang berbahagia. Bisa berkumpul dengan keluarga. Liburan kali ini saya isi dengan sejenak meluangkan waktu untuk menulis. Yaps, saya akan berbagi tentang bagaimana cara menulis yang efektif.

Dimulai,
Menulis merupakan pekerjaan yang mulia selama tulisan itu bermanfaat. Menulis butuh konsentrasi serta banyaknya referensi yang perlu di kembangkan pada diri setiap manusia. Dengan menulis seseorang akan terlatih kemampuan jurnalis dan kepekaannya terhadap keadaan sekitar.

Sebagai seorang penulis biasa, saya terus berlatih untuk menjadi penulis unggulan. Intinya selama saya hidup perlu ada sesuatu hal yang bisa dibaca, dirasakan keberadaan saya baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Menulislah secara efektif,
Saya akan berbagi tentang bagaimana cara menulis efektif. Kali ini berdasarkan pengalaman saya.

1. Sebelum menulis, sebaiknya anda tahu terlebih dahulu “PERSONAL BRANDING” anda. Artinya anda harus tahu kemampuan menulis anda lebih condong ke bidang apa?. Misal dari bidang sosial, budaya, agama, politik, ekonomi, hukum. Dari ke semua bidang itu tentu ada satu bidang yang memuat personal branding anda dan itu harus dikembangkan. Personal branding menyatakan kemampuan seseorang dalam kegiatan menulisnya (lebih pasnya saat menulis di bidang apa). Kalau saya sendiri lebih cocok menulis di bidang pendidikan. Jadi, personal branding menulis saya adalah di bidang pendidikan. Itu artinya saat menulis, saya harus fokus lebih banyak menulis artikel yang berkaitan dengan pendidikan meskipun artikel dari bidang lain bisa saya buat. Mengetahui personal branding dapat anda lakukan dengan meminta bantuan teman.Misal, coba anda tulis artikel tentang hukum,ekonomi,agama,dan politik. Dari tulisan anda mengenai empat bidang tersebut, coba serahkan kepada teman anda. Mintalah ia untuk merespon/menilai tulisan anda. Respon bisa berupa “dari keempat tulisan saya itu mana yang paling bagus dan mudah dipahami?”. Jika teman anda merespon bahwa tulisan anda cocok di bidang agama, maka itulah personal baranding anda. jadi anda lain waktu ketika menulis,pusatkan konsentrasi menulis anda pada bidang agama.

2. Tulisan terkini, populer, dan mampu mengembangkan minat pembaca – Jadi selama anda menulis carilah konten atau bahan tulisan yang saat ini sedang trend dan banyak dibutuhkan orang. Termasuk misalnya tulisan saya di blog ini. Selama kuliah, berbagai tugasnya saya coba posting di dalam blog ini. Agar apa yang sudah kita tulis bisa menjadi rujukan orang. Bisa membantu orang lain menyelesaikan tugasnya melalui referensi yang kita berikan.

3. Saat akan menulis pelajari EYD bahasa Indonesia secara baik dan benar, kosa kata, dll – Berdasarkan pengalaman saya, banyak orang yang ketika menulis masih banyak yang salah dalam menggunakan EYD. Termasuk waktu S1 di kampus, teman-teman saya banyak yang masih salah EYD di skripsinya. Sebagai contoh dalam penggunaan imbuhan dan kata depan di-; ke-;. Misal mereka menulis imbuhan ke- yang menyatakan tempat dengan digabung. Contohnya: Kepasar. pada imbuhan Kepasar ini salah, sebab imbuhan ke- digabung dengan kata pasar. Yang benar adalah imbuhan ke- dipisah dengan kata pasar. Begitupula kata disekolah, penulisan yang benarnya adalah dipisah “Di Sekolah”. Di Sekolah menyatakan tempat. Jadi setiap ada imbuhan/kata depan di-;ke- itu penulisannya dipisah.

4. Gunakan bahasa yang logis, jelas, dan mudah dipahami pemirsa – Penulisan judul artikel/tulisan, pokok kalimat/ide pokok penting penggunaan bahasa yang logis, jelas, dan mudah dipahami pemirsa. Usahakan untuk judul tulisan berkisar delapan kalimat (minimal). Sebagai contoh seperti ini > “Hari libur yang berbahagia. Bisa berkumpul dengan keluarga. Liburan kali ini saya isi dengan sejenak meluangkan waktu untuk menulis. Yaps, saya akan berbagi tentang bagaimana cara menulis yang efektif.” Juga saat menulis bahasa lebih ringkas, jangan banyak embel-embel/sesuatu hal yang tidak penting. Tulislah hal-hal penting yang akan menjadi topik utama tulisan anda.

5. Perkaya tulisan anda dengan sumber referensi yang akurat – Sumber referensi ini bayak diperoleh dari buku-buku,jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan karya tulis lainnya.

6. Tulisan tidak mengandung unsur pelecehan SARA (suku, ras, agama) – Sebisa mungkin saat anda menulis tidak menghina,melecehkan orang lain, suku, ras maupun agama. Bersikaplah sewajarnya saat menulis. Ingat dan pelajarilah kode etik jurnalistik Indonesia.

7. Tulisan asli/original bukan karya plagiat – Menulislah dengan karya sendiri. Jika karya itu hasil tulisan orang lain, jangan lupa cantumkan sumber referensinya. Janganlah menjadi penulis yang egois. Saat mengambil bahan/materi tulisan orang lain tidak mencantumkan sumber. Mencantumkan sumber penulis asli merupakan wujud kita patuh asas seorang jurnalistik. Juga wujud penghargaan kita terhadap tulisan asli orang yang bersangkutan.

8. Tulislah apapun yang sedang anda pikirkan – Saat menulis tulislah apapun yang sedang ada di benak anda. Jika anda sedang duduk, kemudian punya ide ingin menulis sesuatu hal yang tiba-tiba ide tulisan itu muncul,segera tuliskan. Menulis tidak harus berlembar-lembar. Menulis itu enjoy dan usahakan orang lain bisa menikmatinya. Menulis juga bisa berdasarkan pengalaman sehari-hari, apa yang sedang dilihat saat itu, dan bisa berdasarkan imajinasi.

9. Gunakan jurus ampuh 5W+1H – Meliputi; when(kapan),where(dimana),what(apa),why (mengapa), who(siapa) dan how (bagaimana). Unsur penulisan 5W+1H sudah umum digunakan dan wajib bagi seorang jurnalis dalam menghimpun berita.

10. Tulisan bersifat edukasi (memberikan pesan dan kesan pendidikan,bukan merusak moralitas seseorang) – Usahakan waktu menulis, sisipkanlah bahasa atau nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai agama, atau nilai-nilai pendidikan yang bersifat memberikan contoh teladan.

11. Isi tulisan bersifat persuatif (mengajak) – Ajaklah secara langsung orang lain untuk menanamkan/mengaplikasikan apa yang sudah anda sampaikan dalam tulisan anda. Tulisan yang persuatif akan mampu memberi kesan positif seseorang untuk bisa mengambil hikmah/kesan yang muncul dari tulisan anda tersebut. Sebagai contoh: Saat anda menulis artikel bertopik “NARKOBA”, maka tugas anda yaitu mengajak para pembaca untuk tidak menggunakan narkoba,mengenalkan bahaya narkoba serta implikasinya bagi kesehatan. Penanaman nilai-nilai seperti ini sangat bagus untuk anda sebagai penulis.

Oke sobat, barangkali ini yang bisa saya bagikan tentang bagaimana menulis yang efektif serta cara memperkuat personal branding menulis kita. Semoga bermanfaat. Ayo menulis.

Rilis tulisan oleh: Wahid Biyobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *