Fisiologi Tumbuhan – Sifat-Sifat dan Struktur Akar Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

1    RANGKUMAN:

     

Sumber gambar: noorichsanamrullah.blogdetik.com

SIFAT-SIFAT AKAR:

      Merupakan bagian
tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat
bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
2.     
Tidak berbuku-buku,
jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun
bagian-bagian lainya.
3.     
Warna tidak hijau,
biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4.     
Tumbuh terus pada
ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan
dengan bagian permukaan tanah.

5.     
Bentuk ujungnya
seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
S    STRUKTUR AKAR:
Akar memiliki struktur luar
yang meliputi :
1.     
Tudung Akar
Tudung akar terdapat di ujubg akar,
berfungsi untuk melindungi promeristem akar dari kerusakan mekanis, membantu
menembus tanah dan menentukan pertumbuhan geotropi akar. Tudung akar terdiri
atas sel-sel parenkim hidup yang sering kali mengandung pati. Sel-sel tudung
akar mengeluarkan lendir terporisakarida. Tudung akar terus menerus berkembang
,sel-sel terluar mati lalu terpisah satu sama lain dan hancur, kemudian sel-sel
itu di gantikan dengan yang baru yang di hasilkan oleh inisial.
2.     
Epidermis
Episermis terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat,
dindng sel tipis sehingga mudah ditembus air. Ciri khas dari epidermis akar
yaitu memiliki rambut akar yang brefungsi dalam pengambilan air dan garam
tanah. Karena rambut akar merupakan sel epidermis yang memanjang ke luar, tegak
lurus permukaan akar dan berbentuk tabung, maka memusahkan dalam menambah
perluasan permukaan akar.
3.     
Korteks
Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis,
dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas.
jaringan-jaringan yang terdapat pada korteks antara lain : parenkim, kolenkim,
dan sklerenkim.
4.     
Eksodermis
Eksodermis merupakan jaringan pelindung baru yangt
menggantikan fungsi epidermis. Strukturnya mirip dengan endodermis, dilapisi
suberin dan selulosa, kadang lignin serta mengandung protoplas hidup saat
dewasa. Tebalnya eksodermis berbeda-beda pada setiap tumbuhan, dari yang hanya
satu lapisan sel sampai berlapis-lapis.
5.     
Endodermis
Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. endodermis
berupa 1 lapis sel yang tersususn rapat tanpa ruang antar sel. dinding selnya
mengalami penebalan gabus. deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya
dinamakan pita kaspari. penebalan
gabus ini tidak dapat ditembus air sehingga air harus masuk ke silinder pusat
mellui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, disebut sel penerus air.
Endodermis merupakan pemisah yang jelas antara korteks dan stele.
6.     
Silinder Pembuluh / Stele
Silinder
pembentuk stile berada di bagian tengah akar, terdiri atas jaringan pembuluh
dengan satu atau beberapa lapisan sel di sebelah luarnya, yaitu pesikel. Dan di antara stele terdapat berkas pengangkutan (floem dan xilem).

Sumber pustaka: Hasnunidah, Neni. 2010. Buku ajar: Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung: Bandarlampung

Sumber referensi:

Hasnunidah,
Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung :
      Bandar Lampung

– See more at: http://wahid-biyobe.blogspot.com/2014/10/tahapan-perkembangan-batang.html#sthash.LIjwRVMW.dpuf