Laporan Praktikum Mikrobiologi – Morfologi Khamir dan Jamur Benang

Posted on
MORFOLOGI KHAMIR DAN JAMUR BENANG
Tujuan
Praktikum
: Untuk mengamati morfologi khamir dan
jamur benang
Pembahasan
Khamir merupakan fungi yang termasuk dalam
kelas Ascomycetes, terdiri dari kurang lebih 39 genera dan 350 jenis.Banyak
genus khamir mempunyai arti penting baik yang menguntungkan antara lain untuk
industri fermentasi seperti produksi alcohol oleh Saccaromyces cerevisiae, Candida wickerham, Kluyveromyces marxianus, produksi
protein sel tunggal misalnya oleh Torulopsis
utilis, Candida milleri
, industri farmasi oleh Candida flareri, Rhodotolura sp, maupun yang merugikan yaitu
sebagai penyebab penyakit seperti Candida
albicans .
Khamir hidup tersebar di alam, terutama
pada bahan yang mengandung gula, tanah, kebun buah-buahan, dalam getah pohon,
kantung madu bunga (nectar), pada tubuh serangga, dan pada tubuh manusia
sebagai flora normal. Bentuk sel khamir bervariasi bergantung pada jenisnya.
Pada umumnya berbentuk oval, silinder, bulat, batang. Khamir tidak bergerak
aktif karena tidak memiliki flegela.
Perkebangbiakan khamir ada dua cara yaitu
secara aseksual dan secara seksual. Secara aseksual antara lain dengan membelah
diri, pembentukan tunas (budding) dan pembentukan spora aseksual.
Perkembangbiakan seksual dengan cara fusi sel, sehingga akan diperoleh spora
seksual.
Jamur benang atau kapang (mold) hidup
sebagai saprofit atau parasit, berbentuk benang atau filament, multiseluler,
bercabang-cabang dan tidak berklorofil. Tiap-tiap benang disebut hifa. Kumpulan
hifa di sebut miselium. Hifa jamur ada yang bersekat dan ada yang tidak
bersekat. Jamur benang membentuk 2 tipe hifa yaitu hifa fertile dan hifa
vegetatif. Hifa fertile arah pertumbuhannya ke atas dan biasanya membentuk alat
reproduksi yang disebut spora atau konidia. Hifa vegetatif berfungsi menyerap
makanan yang terdapat dalam substrat (media tumbuh).
Hasil
Pengamatan
Gambar hasil pengamatan
Gambar teori
Keterangan
 Maaf gambar tidak ditampilkan,sebab secara manual dengan alat tulis
  1. sporangium
  2. spora
  3. konidiofor
  4. kolumela
ditemukan pada tape Mucor sp
Aspergilus
sp
pada roti
  1. konidia
  2. sterigmata
  3. vesikula
  4. konidiofor
  5. sel kaki
  6. miselium
Rhizopus
sp
ditemukan pada tempe
  1. sporangium
  2. spora
  3. kolumela
  4. sporangiofora
  5. stolon
  6. rhizoid
Saccaromyces
cerevisiae
ditemukan pada fermipan
Pada praktikum kali ini, praktikan
melakukan berbagai pengamatan mengenai morfologi khamir dan jamur benang/mold.
Pada hasil pengamatan dengan menggunakan
mikroskop, terlihat Rhizopus sp
merupakan bangsa Zygomycetes  dengan
cirri-ciri yaitu berupa saprofit, dengan miselium bercabang-cabang, hifa tegak
dengan sporangium di ujung, mengandung banyak inti, sporanya berupa sel-sel
bulat berdinding. Terdapat kolumela yang berada pada bawah sporangium dan
menghubungkan dengan sporangiofor. Pada Rhizopus
sp,
warna yang teramati yaitu biru muda, seperti cat yang ditambahkan yaitu
metylen blue. Rhizopus sp banyak
terdapat pada tempe.
Klasifikasinya yaitu :
Regnum           :
Plantae
Divisio             :
Thalophyta
Class                :
Phycomycetes
Ordo                :
Zygomycetes
Familia            :
Mocoraceae
Genus              :
Rhizopus
Spesies            :
Rhizopus sp.
Pengamatan selanjutnya yaitu mengamati
jamur Aspergilus sp, dimana jamur ini
banyak terdapat pada roti yang sudah basi. Jamur ini biasanya berwarna putih
kehitaman dan menempel pada roti. Jamur kemudian diambil dengan menggunakan ose
dan diletakkan pada gelas objeck dan ditetesi dengan metylen blue. Setelah itu
diletakkan di atas gelas objeck dan diamati. Setelah pengamatan, terdapat
perbedaan antara hasil pengamatan dengan gambar teori atau literature. Gambar
pada literature terdapat sporangium, spora, konidia dan sporangiofora. Pada
preparat hanya terdapat bagian tertentu saja, misalnya konidia, vesikula,
konidiofor dan miselium.
Klasifikasi dari jamur roti ini adalah :
Regnum           :
Plantae
Divisio             :
Thalophyta
Class                :
Euscamycetes
Ordo                :
Plestacales
Familia            :
Aspergillaceae
Genus              :
Aspergillus
Spesies            :
Aspergillus sp.
Berikutnya, praktikan mengamati Monila sp merupakan jamur yang tumbuha
pada oncom. Jamur ini termasuk ke dalam kelas Deuteromycetes dengan ciri khas
dapat berkembangbiak dengan konidium saja. Klasifikasinya sebagai berikut :
Regnum           :
Plantae
Divisio             :
Thalophyta
Class                :
Deuteromycetes
Ordo                :
Plectacales
Familia            :
Monilliaceae
Genus              :
Monillia
Spesies            :
Monillia sp.
Jamur terakhir yang diamati yaitu jamur
tape atau Mucor sp. Jamur tape ini
diambil dari ragi tape yang berwarna putih. Pada hasil pengamatan, terlihat
sporangium yang letaknya seperti pada Rhizopus
s
p bentuknya bulat dan didalamnya terdapat spora, disebut sporangium.
Terdapat sporangiofor pada ujungnya dan terdapat juga tonjolan yang bersatu
dengan sporangium yang disebut dengan kolumela. Pada jamur tersebut terdapat
rhizoid yang saling menghubungkan, disebut stolon. Klasifikasinya adalah :
Regnum           :
Plantae
Divisio             :
Thalophyta
Class                :
Phycomycetes
Ordo                :
Zygomycetes
Familia            :
Mucoraceae
Genus              :
Mucor
Spesies            :
Mucor sp.
Berikutnya praktikan melakukan pengamatan
terhadap khamir. Khamir yang diamati yaitu khamir yang terdapat pada permipan
atau ragi pengembang kue. Dan yang akan digunkan hanya Saccaromyces serevisiae. Pada hasil pengamatan, sel-sel berbentuk
bulat atau coccus. Khamir merupakan khamir uniseluler. Khamir tidak dapat
bergerak aktif karena tidak mempunyai flagella.
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan
bahwa :
1.     
Jamur dan kapang yang berfungsi
untuk memfermentasikan bahan yaitu Mucor
sp
pada tape, Rhizopus sp pada tempe, Monillia sp (oncom), dan Saccaromyces serevisiae
(fermipan;kapang)
2.     
Khamir berbentuk coccus,
sedangkan kapang berbentuk lembaran, dengan filament-filamen dan terdapat hifa.
3.     
Khamir bersifat uniseluler sedangkan
jamur bersifat multiseluler.
                                                                                                   Bandar Lampung, 17 Desember 2008
Asisten                                                                                                            Praktikan
          Fivin Agustina                                                                                                   Atika Nuraini
          0513024006                                                                                                       0613024019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *