Gerak Pada Tumbuhan—-Gerak Nasti, Fotonasti, Niktinasti, dan Selukbeluk Lainnya

Setiap tumbuhan memiliki arah gerakkan sesuai dengan rangsangan yang diberikan dari luar. Rangsangan dari luar adakalanya dapat membuat tumbuhan itu semakin sensitif, sehingga bisa jadi menimbulkan tumbuhan itu menjauh atau mendekat dengan sumber rangsangan. Misalnya, tumbuhan yang diletakkan di bawah sinar matahari yang sejajar, maka pucuk dari apeks batangnya akan tegak lurus sejajar dengan arah pancaran sinar matahari, dan sebagainya.

Gerak pada Tumbuhan
Gerak Nasti

Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang
dipengaruhi oleh rangsangan namun arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsangan. Kata nasti berasal dari bahasa Yunani, yaitu nastos yang berarti dipaksa
mendekat. Oleh karena itu, arah gerak dari bagian tubuh tumbuhan yang melakukan
gerak nasti ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri.

Contoh:

  • Menutupnya daun putri malu dan
    tumbuhan Venus karena sentuhan
  • Menutupnya daun-daun majemuk pada
    tanaman polong-polongan saat malam hari
  • Membuka dan menutupnya bunga pukul
    empat
  • Membuka
    serta menutupnya stomata

Ditinjau dari
macam sumber rangsangannya, gerak nasti dibedakan menjadi:

    1. Fotonasti
    2. Niktinasti
    3. Tigmonasti
    4. Termonasti
    5. Haptonasti
    6. Nasti
      Kompleks
1. Fotonasti
Fotonasti adalah
gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya matahari. Misalnya:
  • Bunga pukul sembilan yang mekar sekitar pukul
    sembilan.
  • Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
    yang akan mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
Tanaman Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) yang bunganya menguncup pada pagi
hari.
Tanaman Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) yang bunganya mekar pada sore hari.
2. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti yang
disebabkan oleh suasana gelap. Istilah niktinasti berasal dari bahasa Yunani, nux
yang berarti malam. Umumnya, daun-daun tumbuhan polong-polongan (Leguminosaceae)
akan menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada
pagi hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun
tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam
persendian daun.
Misalnya:
Gerak tidur daun pohon turi di malam hari, yang mengatupkan daunnya saat hari
mulai gelap.
Tanaman Kembang Turi yang daunnya membuka lebar sepanjang hari (pagi
hingga menjelang sore hari).
Tanaman Kembang Turi yang daunnya menutup (gerak tidur) menjelang malam
hari sampai menjelang pagi hari.
3. Tigmonasti

Tigmonasti adalah gerak nasti yang
disebabkan oleh rangsangan mekanis berupa sentuhan atau tekanan. Istilah tigmonasti
berasal dari bahasa Yunani, yaitu thigma yang berarti sentuhan. Gerak tigmonasti
disebut juga dengan seismonasti.

Misalnya:
Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon
mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik.
Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih
kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan
tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.
4. Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh
rangsangan suhu.
Misalnya;
Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai
5. Haptonasti

Haptonasti adalah gerak nasti yang terjadi
pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga.

Misalnya:
Menutupnya daun tanaman kantung semar dan Venus ketika tersentuh serangga
kecil. Jika seekor serangga mendarat di permukaan daun, daun akan cepat
menutup. Akibatnya, serangga tersebut terperangkap dan tidak dapat keluar.
6. Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang
disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus. Rangsangan yang diterima dapat
berupa: cahaya matahari, suhu, air dan zat kimia.
Misalnya:
Gerak membuka dan menutupnya sel-sel penjaga pada stomata
>Gerak Endonom

Gerak endonom
adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan atau faktor-faktor yang
berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak endonom disebut juga autonom.
Macam-macam gerak endonom, yaitu:

  1. Nutasi :
Gerak spontan dari tumbuhan yang tidak disebabkan adanya rangsangan dari
luar.
Misalnya:
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla
verticillata.
  1. Higroskopis :
Gerak bagian tumbuhan yang terjadi karena adanya perubahan
kadar air pada tumbuhan secara terus menerus, akibatnya kondisi menjadi sangat
kering pada kulit buah atau kotak spora sehingga kulit biji atau kotak spora
pecah.

Misalnya:
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis,
kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit
buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke
luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara
tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga
terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta)
dan lumut (Bryophyta).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *