Bayi Tabung–Rekayasa Genetika Kedokteran

Posted on

Rekayasa Genetika dalam Bidang
Kedokteran
—Rekayasa
genetik merupakan salah satu aplikasi dalam bioteknologi modern. Rekayasa
genetik maju pesat dalam bidang kedokteran. Berikut akan dijelaskan beberapa
aplikasi rekayasa genetik dalam bidang kedokteran.
1.   
Bayi tabung
Adapun proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam
tiga tahap. (1) Tahap pertama, tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang
meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation
merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar
indung telur siap menerima terapi stimulasi. Tahapan ini berlangsung antara dua
minggu hingga satu bulan. Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan
dengan terapi stimulasi. Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan
folikel pada indung telur. Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga
pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada
operasi petik ovum.
(2) Tahap kedua,
tahap operasi petik ovum/ Ovum Pick-Up (OPU). Tahap ini bisa dilakukan ketika
sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari
dan pertumbuhan folikelnya seragam. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai
200pg/ml/folikel matang.
(3) Tahap ketiga,
tahap post OPU. Tahap ini meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi
obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua
atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Setelah proses
ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Tujuan
dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi
embrio sehingga embrio bisa berkembang normal.

One thought on “Bayi Tabung–Rekayasa Genetika Kedokteran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *