Solusi Praktis Untuk Menghindari Penyakit AIDS (Aquired Imuno-Deficiency Syndrome) Yang Disebabkan Oleh Virus HIV (Human Imuno-Deficiency Viruses)

Maraknya kasus pengidap AIDS di dunia sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Berbagai media elektronik, televisi, internet, blog/web, sering menyuguhkan berbagai macam sulusi/tindakan yang dapat memperlambat laju penyebaran penyakit berbahaya ini. Namun, sayang  laju pertumbuhan penyakit berbahaya ini tidak dapat menghentikan jumlah kasus dan penderita. Laporan dari situs berita satu mengungkapkan bahwa: Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan pada 1
Januari-30 Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus
AIDS, dengan 45 persen di antaranya diidap oleh kaum muda. Sementara itu, dilansir dari Berita Cilegon Online (BCO), sejak tahun 2005 hingga tahun 2012 penderita HIV/AIDS meningkat 252 orang, 81 positif AIDS, dan 64 orang meninggal dunia (kasus di cilegon).

Berdasarkan angka-angka kasus di atas, maka perlu sekali ada suatu tindakan pada diri kita sendiri untuk lebih mawas diri, berhati-hati dalam melakukan setiap pergaulan. Karena AIDS tidak memandang gender, usia, hubungan sosial, warna kulit, RAS, dan profesi. Siapapun dia, berpeluang terkena AIDS jika ia tidak bisa mejaga dirinya dengan baik. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat saya bagikan kepada rekan-rekan semua terkait dengan apa saja pencegahan terhadap AIDS:
(1). Selalu dan berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Memperbanyak ibadah, dan pengetahuan agama lebih ditekankan lagi: misalnya bergabung dengan orang-orang yang sering di masjid, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memahami isi dan kandungannya, serta lebih sering mendatangi majelis ilmu (kajian islam, seminar islam, dan lain-lain)
(2). Memilih teman dan lingkungan bergaul yang menguntungkan bukan merugikan. Pilihlah teman yang baik, tidak menyesatkan. Lingkungan dan hubungan sosial dengan teman perlu diperhatikan dan dicermati. Jangan sekali-kali bergaul di lingkungan maksiat, seperti contohnya kawasan PSK, dll.
(3). Hindari penggunaan narkoba dengan jarum suntik dan berganti-ganti jarum. Bila perlu bebaskan hidup dari narkoba, sebab narkoba menghancurkan generasi muda penerus bangsa. Tetaplah optimis dan jangan malu jika dibilang pecundang narkoba (orang yang anti narkoba)
(4). Hindari hubungan seksual yang berbahaya seperti, lesbian, homoseksual, sek anal, oral sek, dan sebagainya. Sebab, penyakit AIDS terbesar berasal dari kaum homoseksual. 
(5). Jika anda sebagai orang tua, maka ajarkan anak-anak anda dengan pendidikan sek usia dini, misalnya: anda memberikan perhatian dan arahan kepada anak anda bahwa pacaran sebelum menikah dilarang agama islam, sebab selain menimbulkan syawat/kedekatan yang berbahaya antara laki-laki dan perempuan, juga kemungkinan besar terjadinya zina.
(6). Jika anda memiliki masalah seksual, segera konsultasikan dengan orang yang cakap dibidangnya, mudah dipercaya, dan jelas ia mampu memberikan arahan yang baik dan bersifat solutif. Misalnya kepada orang tua, teman, dsb.
(7). Jika anda seorang remaja, tumbuhkanlah sikap anti-AIDS, sebelum menikah jangan pacaran. Jika sudah siap menikah, maka menikahlah. Sebab, dengan menikah maka itu lebih baik daripada berzina dengan orang lain sebelum menikah(pacaran)
(8). Pilihlah pasangan anda dengan kriteria dari keluarga yang baik-baik (jika ingin menikah). Lihat pula pergaulan sehari-harinya. Ini dirasa amatlah penting untuk menghindari perkara pernikahan jika sewaktu-waktu terjadi
(9). Jangan malu untuk membaca buku-buku edukasi/pendidikan tentang sek. Karena dengan sering membaca buku edukasi tentang seks yang aman, maka pengetahuan kita akan semakin meningkat. Kita akan tahu seberapa penting kehidupan seksual kita. Selain itu, kita akan tahu terkait dengan penyakit-penyakit sistem reproduksi. Dengan mengetahui ini semua, peluang kita untuk bermaksiat/berzina semakin rendah.
(10). Tetaplah menjadi orang yang terbaik, teladan untuk sesama, dan tidak mudah terbawa oleh arus globalisasi yang berbahaya (termasuk penyimpangan seksual, hedonisme/berlebihan,freesex/seks bebas, dan tidak menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan kepuasan seksual dan nafsu belaka).
Semoga artikel ini bermanfaat. Ayo saatnya kita berkata “Say No To AIDS”. Karena masa depan kita ada pada diri kita juga. Keep spirit untuk Indonesia lebih maju.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *