Reseptor Indera Pengecap dan Indera Pencium Menurut Soegiri (1984) dan bebas.ui.ac.id (

Posted on

Pada mamalia, indera pengecap dan pencium merupakan suatu
sistim kemoreseptor yang khusus dan sangat peka. Manusia terutama tergantung pada tanda
visual dan auditori. Dibandingkan dengan hewan lain kita kurang memanfaatkan
indera kimiawi kita dan cenderung untuk meremehkan artinya.
Indera pengecap merupakan struktur berupa tunas yang pada
mamalia terdapat di lidah dan langit-langit lunak, tetapi pada vertebrata
tingkat rendah terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di
beberapa jaringan kulit kepala. Tiap sel pengecap, yang merupakan sel epitel
dan suatu reseptor, pada permukaannya mempunyai mikrovilus, yang sebagian
menjulur ke dalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang
membasahi permukaan lidah. Hubungan dengan sel-sel saraf adalah kompleks,
karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. Beberapa
neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel
lainnya, (Soegiri.1984).
Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan
rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan
lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir,
dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas
sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut.
Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat
dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran
yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada
paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk
jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang, (Anonim, http://bebas.ui.ac.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *