Faktor-Faktor Eksternal dan Internal Yang Mempengaruhi Status Gizi Seseorang

Ada 2 faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang yaitu:
A. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi status gizi
antara lain:

1) Pendidikan
dan pendapatan

Masalah gizi karena kemiskinan
indikatornya adalah taraf ekonomi keluarga, yang hubungannya dengan daya beli
yang dimiliki keluarga tersebut (Santoso, 1999, dalam creasoft.wordpress.com)

Selain itu, banyak faktor ekonomi yang sukar untuk
dinilai secara kuantitatif, khususnya pendapatan dan kepemilikan (barang
berharga, tanah, ternak) karena masyarakat enggan untuk membicarakan kepada
orang yang tidak dikenal, termasuk ketakutan akan pajak dan perampokkan.
Tingkat pendidikan juga termasuk dalam factor ini. Tingkat pendidikan
berhubungan dengan status gizi karena dengan meningkatnya pendidikan
kemungkinan akan meningkatkan pendapatan sehingga dapat meningkatkan daya beli
makanan( Departemen gizi dan kesehatan masyarakat, 2007).

Pendidikan gizi merupakan suatu proses merubah
pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua atau masyarakat untuk mewujudkan
dengan status gizi yang baik (Suliha, 2001, dalam artikelpenjas.blogspot.com)

2) Pekerjaan

Pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan
terutama untuk menunjang kehidupan keluarganya. Bekerja umumnya merupakan
kegiatan yang  menyita waktu. Bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh
terhadap kehidupan keluarga (Markum, 1991).

3) Budaya

Budaya adalah suatu ciri khas, akan mempengaruhi
tingkah laku dan kebiasaan (Soetjiningsih, 1998, dalam artikelpenjas.blogspot.com)

Budaya berperan dalam status gizi masyarakat karena
ada beberapa kepercayaan, seperti tabu mengonsumsi makanan tertentu oleh
kelompok umur tertentu yang sebenarnya makanan tersebut justru bergizi dan
dibutuhkan oleh kelompok umur tersebut. Seperti ibu hamil yang tabu mengonsumsi
ikan ( Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2007).

B. 
Faktor Internal

Faktor Internal yang mempengaruhi status gizi
antara lain :

1) Usia

Usia akan mempengaruhi kemampuan atau pengalaman
yang dimiliki orang tua dalam pemberian nutrisi anak balita (Nursalam, 2001
dalam creasoft.wordpress.com)

2)Kondisi Fisik

Mereka
yang sakit, yang sedang dalam penyembuhan dan yang lanjut usia, semuanya
memerlukan pangan khusus karena status kesehatan mereka yang buruk. Bayi dan
anak-anak yang kesehatannya buruk, adalah sangat rawan, karena pada periode
hidup ini kebutuhan zat gizi digunakan untuk pertumbuhan cepat (Suhardjo, et,
all,  1986)

3) Infeksi

Infeksi dan demam dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan atau menimbulkan
kesulitan menelan dan mencerna makanan (Suhardjo, et, all,  1986 dalam creasoft.wordpress.com)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *