Brain Edu-Parenting, Kuasai Kemampuan Skill Anak Via Webblog

Brain
Edu-Parenting
, Kuasai
Kemampuan Skill Anak Via Webblog
Artikel Lomba Oleh:
Wahid Priyono (Wahid Biyobe=Nama Dunia Maya) 

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lampung

(Dokumen
Foto: Oleh Penulis)
Akhir-akhir
ini, media online/internet menjadi pilihan praktis bagi seseorang untuk
mencari berbagai macam sumber informasi, wawasan, pengembangan pengetahuan,
sarana diskusi, publikasi tulisan, dan sebagainya. Internet memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh banyak
kalangan,
diantaranya dalam dunia bisnis, pendidikan, berita, olahraga, dan lain-lain.
Sehingga dengan makin banyaknya keterbutuhan bagi kalangan saat ini, perlu adanya
suatu inovasi dalam dunia internet yang dikembangkan dalam kalangan
kependidikan (untuk kepentingan pembelajaran khususnya). Sementara ini, banyak
kalangan orang yang belum mau dan menginginkan keadaan dirinya dirubah dari
kebiasaan yang hanya asik membaca menuju orang yang suka menulis. Ini menjadi
hal yang positif jika media internet ini terus dikembangkan untuk tujuan yang
baik, misalnya sebagai sarana untuk mengasah keterampilan/skill anak
dalam kemahiran mengelola webblog, juga sebagai sarana pembelajaran yang unik
dan menyenangkan. Apalagi, sekarang kalau kita perhatikan bahwa anak jaman
sekarang lebih suka internetan (nongkrong di internet) berjam-jam dibandingkan
hanya sekedar membaca buku. Era 2012/2013 ini memang sudah mengalami pergeseran
dari segi IPTEK.
Untuk
menguasai kemampuan anak, suatu metode perlu diterapkan di sini. Salah satu
metode yang tepat yaitu metode “Brain Edu-Parenting” yang dimodifikasi
dengan menggunakan media berbasis webblog.
Webblog merupakan saran IT
(Informasi-Teknologi) yang memiliki sisi kelebihan. Selain gratis, proses
pendaftaran dan pengolahannyapun dirasa cukup mudah dan unik.
Melihat
kelebihan tersebut, tentu ini menjadi peluang seseorang untuk memanfaatkan dari
sisi kelebihannya. Baik posisi kita sebagai dosen, peserta didik (mahasiswa
atau murid), guru, karyawan kantor, dan sebagainya. Kita perlu sekali melek
terhadap teknologi. Persaingan di dunia kerja saat ini sangat ketat. Teknologi
internet terutama yang berbasis webblog
perlu dikuasai oleh setiap orang. Termasuk anak-anak didik kita yang merupakan
aset bagi perkembangan dunia IT yang lebih bermanfaat nantinya.
Berbicara tentang Brain Edu-Parenting merupakan
metode pembelajaran yang diterapkan oleh 
orang tua berbasis otak yang berfokus pada permasalahan
anak yang berhubungan dengan kegiatan belajarnya. Tentu, bagi orang tua (dalam
hal ini pendidik) perlu memandu/menuntun peserta didiknya untuk lebih aktif
dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Adapun output yang
diharapkan setelah anak memperoleh pengajaran ini diantaranya yaitu
terbentuknya konsep diri positif pada anak, menghilangkan konsep diri yang
negatif pada anak,  keterampilan/skill
anak makin mengalami perkembangan yang signifikan, serta karakter anak akan
semakin membaik (diprogram ulang karakternya) . Memang secara psikologis,
dengan metode ini anak akan mudah termotivasi untuk giat dalam belajar. Giat
dalam belajar dapat diukur melalui tiga aspek, yaitu aspek kognitif,
psikomotorik dan afektif. Untuk skill masuk dalam ranah
psikomotorik/keterampilan berpikir, berkata-kata, berbuat, dan melakukan
sesuatu atas dasar inisiatif  sendiri
maupun atas tuntunan orang tua dan orang yang ahli di bidangnya. Hal ini senada
dengan yang disampaikan oleh De Porter. Menurut De Porter dalam Tu’u (2004:77)
bahwa “Orang belajar adalah 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang
didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar,
70% dari apa yang dikatakan, dan 90% yang baik dari apa yang dikatakan dan
dilakukan”. Untuk itu, strategi yang memberi hasil yang baik bagi peserta didik
yaitu pembelajaran yang banyak melibatkan keterampilan siswa berpikir, bekerja
sama, berbicara, berargumentasi dan mengutarakan gagasan-gagasannya. Tentu
metode pembelajaran ”Brain Edu-Parenting” menjadi pilihan yang tepat untuk
menjadikan anak lebih aktif dalam kegiatan belajarnya.
Untuk
menerapkan metode ini cukup mudah namun membutuhkan perencanaan yang ekstra.
Jika anda seorang dosen misalnya, maka anda perlu memanajemen mahasiswa untuk
lebih giat dalam mengelolah webblog
yang diisi dengan tulisan-tulisan dan referensi kuliah, tugas kelompok/
individu atau sekedar mempostingnya ke webblog
pribadi. Meskipun metode ini harus dimiliki oleh orang yang ahli dibidangnya
(ahli dibidang webblog), namun tidak
memberikan kesulitan kepada anda yang ingin menerapkan metode ini dalam
kegiatan pembelajaran. Jika anda guru atau dosen yang mengajar anak didiknya
dengan media webblog dan ternyata
anda kurang mahir dalam dunia webblog
maka anda bisa menggunakan jasa orang lain sebagai mediator yang ahli dibidang webblog. Penerapan metode belajar ini
harus secara kontinyu dan ini harus melihat tingkat pendidikan anak. Akan
tetapi, lebih baiknya diterapkan pada jenjang pendidikan menengah dan Perguruan
Tinggi (PT). Metode ini dirasa efektif jika digunakan oleh dosen maupun guru
untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Adapun Sintaks/langkah-langkah
pembelajaran menggunakan metode Brain Edu-Parenting yaitu sebagai
berikut:
1.     
Peserta
didik atau mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok. Idealnya 4-5 Orang dan
tidak lebih. Setiap kelompok bisa memberikan variasi nama untuk kelompoknya.
Jika dalam bidang sains bisa menggunakan nama kelompok dari dunia tumbuhan
maupun hewan. Sesuaikan dengan kebutuhan.
2.     
Peserta
didik diawal pembelajaran dipandu dan dibimbing guru dan atau orang yang ahli
dibidangnya untuk membuat webblog
kelompok selama menempuh mata pelajaran tersebut (per semester).
3.     
Peserta
didik (dalam kelompoknya) diberi tugas oleh pendidik untuk mengerjakan tugas
sesuai materi pembelajaran tertentu yang sebelumnya guru telah memposting tugas
tersebut di dalam webblog pendidik
yang bersangkutan. Lebih idealnya ini digunakan untuk studi SAINS dan
Kesusateraan Bahasa Indonesia.
4.     
Setiap
kelompok disuruh oleh pendidik untuk mendiskusikan tugasnya secara kelompok,
dan hasil dari diskusi, kemudian tulisan hasil diskusi/tugasnya diposting ke
dalam webblog kelompok. Usahakan
setiap kelompok mampu mengolah dan meng-up to date setiap
materi/tugas  yang diberikan guru.
5.     
Peserta
didik mendapatkan penilaian dari guru, komentar dari pendidik terkait dengan
hasil tugas yang dipostingnya. Pendidik juga bisa memberikan
penghargaan/hadiah bagi kelompok terbaik
6.     
Peserta didik dapat menanyakan kepada guru jika
ada sanggahan atau kesulitan dalam kegiatan pembelajaran
7.     
Peserta didik diberi tugas akhir oleh pendidik
berupa menyunting tugas/postingan kelompok lain dengan cara memberi komentar,
sanggahan, kritik, usul desain webblog
yang cantik, dan sebagainya
Penjelasan di atas merupakan sebuah
gambaran umum penggunaan metode Brain Edu-Parenting berbasis webblog. Jadi, dapat ditarik kesimpulan
bahwa metode Brain Edu-Parenting memberikan solusi dan inovasi terbaru
dalam dunia pendidikan. Karenanya metode ini dirasa sangat penting diterapkan
pada era modern saat ini yaitu untuk pembentukkan skill anak dalam
proses pembelajaran di kelas.
22 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *