Penggunaan Mikroba Untuk Proses-Proses Bioremediasi

Silahkan Dibaca —>

Mikroba
untuk Proses Bioremediasi—-Bioremediasi merupakan proses
yang memanfaatkan makhluk hidup terutama mikroorganisme. Mikroorganisme yang
umumnya digunakan sebagai agen bioremediasi adalah bakteri, jamur, atau
tanaman. Mikroorganisme yang digunakan dapat berupa indigenus mikroorganisme
yang berasal dari daerah yang terkontaminasi yang kemudian dikembangkan sebagai
biostimulasi atau bioaugmentasi. Bioremediasi menjadi efektif jika
mikroorganisme harus kontak secara enzimatis pada polutan dan merubahnya
menjadi bahan yang didak berbahaya. Efektifitas bioremediasi tercapai jika
kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan dan aktivitas mikroba.
Berdasarkan
kemampuan untuk mendegradasi atau meremediasi, mikroorganisme dikelompokkan
menjadi:
1.    Aerobik
mikroorganisme yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Misal: Pseudomonas,
Alcaligenes, Sphingomonas, Rhodococcus, dan Mycobacterium. Mikroba ini dapat
mendegradasi pestisida, hidrokarbon, alkana dan senyawa poliaromatik.
2.    Anaerobik
Mikroorganisme yang tidak membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya, biasanya
digunakan untuk mendegradasi Polychorinated biphenyls (PCBs).
3.      Jamur
Ligninolitik Umumnya digunakan untuk meremediasi polutan yang bersifat toksik
dan presisten. Misalnya: Phanaerochaete chrysosporium
Metilotrop Merupakan
bakteri aerobik yang mengunakan metan sebagai sumber karbon dengan menggunakan
enzim methane monooxygenase. Contoh Bakteri
anaerobik Desulfuromonas acetoxidans merupakan bakteri anerobik laut yang
menggunakan sulfur dan besi sebagai penerima elektron untuk mengoksidasi
molekul organik dalam endapan dimana bisa menghasilkan energi.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *