Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Dan Kecepatan Respirasi Pada Makhluk Hidup Tingkat Tinggi Maupun Tingkat Rendah

(New)Silahkan Dibaca —>

Malam teman-teman bloggerku tercinta, baiklah pada malam ini admin mau berbagi untuk rekan-rekan semua yang barangkali sering penasaran sebetulnya apa saja ya faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan dan laju respirasi pada makhluk hidup. Terdiri dari dua faktor baik faktor internal maupun eksternal.
 

Dalam proses pernafasan yang dilakukan oleh
hewan tingkat tinggi, terutama manusia (respirasi), banyak sekali gas-gas yang
berasal dari alam bebas (paling dominan dan jumlahnya banyak di alam misalnya
gas O2)yang kemudian dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam
mempertahankan proses kehidupannya. Disamping itu gas-gas yang dibutuhkan tadi
setelah mengalami pertukaran di dalam alat-alat pernafasan terkait, maka sisa
dari pernafasan (CO2) akan dibuang kembali kelingkungan, karena
apabila gas ini tetap berada di dalam tubuh organisme, maka akan meracuni
beberapa organ penting dalam tubuh. Mekanisme pernafasan dilakukan organisme
sedemikian rupa, sehingga sering kita memperhatikan diri kita ketika bernafas,
maka yang terjadi adalah kita melakukan inspirasi, dan ekspirasi. Kemudian ada
beberapa bagian organ tubuh yang mengalami kegiatan aneh, seperti detak jantung
dan nadi menjadi kencang ketika sebelumnya kita berlari lama, pernafasan
menjadi sesak atau sebaliknya, dan sebagainya.

Respirasi
adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah
senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O
dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya
adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi
menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator
mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap
senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang
terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak
jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit
respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi
respirasi.
Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel
tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya
diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa;
pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan
& spesies tertentu).Secara umum, respirasi
karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi.                                                                
Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang
terjadi dalam proses respirasi. Reaksi tersebut terlihat sangat sederhana,
terlihat seakan respirasi merupakan reaksi tunggal, sehingga mungkin dapat agak
menyesatkan karena respirasiyang sebenarnya bukanlah reaksi tunggal. Respirasi merupakan
rangkaian dari banyak reaksi komponen, yang masing-masingnya dikatalisis oleh
enzim yang berbeda, (Campbell, 2004).

Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal
ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai
senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah
menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi
yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan
sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang
tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa
senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. (Widiastuti.2002).

Laju
konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan
menggunakan
mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander.Penggunaan
masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur lajukonsumsi
oksigennya. Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen hewan
yangberukuran kecil seperti serangga atau laba-laba. Alat ini terdiri atas
syringe, kran 3arah, tabung spesimen, dan tabung kapiler berskala 3.
Metode Winkler merupakan
suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen
yang terlarut di dalam
airDalam metode ini, kadar Oksigendalam air ditentukan dengan cara titrasi.
Titrasi merupakan penambahan suatu larutanyang telah diketahui konsentrasinya
(larutan standar) ke dalam larutan lain yang tidak diketahui konsentrasinya
secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan,
(Chang, 1996). Sementara itu, laju respirasi dipengaruhi oleh faktor-faktornya seperti: usia/umur, jenis kelamin, berat badan, konsumsi bahan makanan, posisi tubuh, aktivitas fisik dan sebagainya.

 

 

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *