Dinding Sel Pada Tumbuhan Unik—Biologi Pintar. Apakah Yang Membuatnya Semakin Memukau???

Posted on

Gambar 1. Dinding sel
tumbuhan
. Sel muda mula-mula membentuk dinding primer tipis, seringkali ada
penambahan dinding sekunder yang lebih kuat di dalam dinding primer ketika
pertumbuhan terhenti. Lamela tengah yang lengket melekatkan sel-sel yang
berdekatan menjadi satu. Dengan demikian, partisi multilapis di antara sel-sel
ini terdiri atas dinding penghubung yang masing-masing disekresikan oleh selnya
sendiri (Campbell, 2002).

Dinding sel merupakan salah satu ciri sel tumbuhan yang
membedakannya dari sel hewan. Dinding ini melindungi sel tumbuh­an,
mempertahankan bentuknya, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan. Pada
tingkat keseluruhan tumbuhan, dinding yang kuat yang terbuat dari sel khusus
mempertahan¬≠kan tumbuhan agar tegak melawan gaya gravitasi. 

Sel tumbuhan muda pertama-tama mensekresi dinding yang
relatif tipis dan lentur yang disebut dinding sel primer. Di antara
dinding-dinding primer sel-sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, lapisan
tipis yang banyak mengandung polisakarida lengket yang disebut pektin. Apabila
selnya telah dewasa dan berhenti tumbuh, sel ini memperkuat dindingnya.
Sebagian sel tumbuhan melakukan hal ini hanya dengan mensekresi substansi
pengeras ke dalam dinding primernya. Sel lain menambahkan dinding sel sekunder
di antara membran plasma dan dinding primer. Dinding sekunder ini, seringkali
menumpuk menjadi beberapa lapisan berlamina, memiliki matriks kuat dan tahan
lama yang sanggup memberi perlindungan dan dukungan.  (Campbell, 2002). 

Dinding sel terdiri dari: lamela tengah, dinding primer
dan dinding sekunder. Antara sel-sel yang berdekatan ada lamela tengah yang merekatkan
antara dua dinding sei menjadi satu. Lamela tengah terutama terdiri dari
Ca-pektat berupa gel. Dinding primer adalah lapisan yang terbentuk selama
pembentangan, terdiri dari hemiselulosa, selulosa, pektin, lemak, dan protein.
Dinding sekunder biasanya lebih tebal dari dinding primer terutama terdiri dari
selulosa dan kadang-kadang lignin, merupakan lapisan yang ditambahkan setelah
proses pembentangan dinding sel selesai.
Tidak  semua   bagian  
dinding   sel   mengalami  
penebalan   dan  terisi  
plasma (plasmodesmata).  Dinding
primer memilki sejumlah daerah penipisan yang disebut noktah. Daerah ini
memiliki plasmodesmata dengan kerapatan tinggi. Plasmodesmata
adalah jalinan 
benang sitoplasma  tipis yang  menembus dinding-dinding  sel yang bersebelahan, menghubungkan
protoplas sel yang berdampingan.
Dengan demikian dinding    sel    menjadi   
berlubang-lubang    yang    memungkinkan    senyawa   
kimia melewatinya.
Dinding sel yang berbatasan langsung dengan udara luar
sering dilapisi kutin dan suberin (kutikula). Lapisan ini tidak seluruhnya
tertutup rapat sehingga masih memungkinkan senyawa kimia melewatinya. Dinding
sel berfungsi untuk memberi kekuatan mekanik sehingga sel mempunyai bentuk tetap
serta memberi perlindungan terhadap isi sel, dan karena sifat hidrofilnya dapat
mengadakan imbibisi
air serta meneruskan air dan senyawa yang larut di dalamnya ke protoplas
(Hasnunidah, 2007).

 

2 thoughts on “Dinding Sel Pada Tumbuhan Unik—Biologi Pintar. Apakah Yang Membuatnya Semakin Memukau???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *