Tanaman Tebu (Sugar cane)—Penghasil Ampas Tebu Jenis Ligno-cellulose

Tebu (sugar cane) merupakan suatu tanaman yang
berasal dari India. Beberapa sumber menyebutkan bahwa tebu merupakan tanaman
yang berasal dari kepulauan Polynesia. Seorang ahli Botani soviet, Nikolai
Ivanovich Valivov melakukan ekspedisi ke beberapa daerah dan memastikan bahwa
tebu merupakan tanaman yang berasal dari India dan Indo Malaya. Nama tebu hanya
dikenal di Indonesia, di lingkungan internasional tebu lebih dikenal dengan
nama ilmiah Saccharum Officinarum L.
Tanaman ini termasuk ke famili graminae atau
kelompok rumput-rumputan (Rukmana, 2004). Berdasarkan taksonomi tumbuhan
tanaman tebu diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom         : 
Tumbuhan (Plantae)
Divisi               :  Magnoliophyta
Kelas               :  Liliopsida
Ordo                :  Poales
Famili              :  Poaceae
Genus              : 
Saccharum
Spesies            : 
Saccharum officinarum
Jenis-jenis spesies tebu di antaranya adalah : Saccharum officinarum, Saccharum arundinaceum, Saccharum
bengalense,Saccharum proceum, Saccharum sinense, Saccharum spontaneum, Saccharum
edule, Saccharum ravennae,
dan   Saccharum robustum.
Tanaman tebu
mempunyai sosok yang tinggi kurus, tidak berbatang dan tumbuh tegak. Tanaman tebu
yang tumbuh baik, tinggi batangnya dapat mencapai 3-5 meter atau lebih. Kulit
batang keras, bewarna hijau, kuning, ungu, merah tua dan banyak lagi kombinasi
yang lainnya. Pada batang terdapat lapisan lilin yang bewarna putih keabu-abuan
dan batang terdiri dari ruas-ruas yang dapat berbentuk slindris, tong, dan
cekung.

Tanaman tebu dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang beriklim panas
(tropis) dan iklim sedang (subtropis), yang terletak antara 390 – 400 Lintang
Utara dan antara 350 -380 Lintang Selatan. Dalam proses pertumbuhan, tanaman
tebu membutuhkan banyak air hujan sedangkan pada waktu masak membutuhkan
keadaan kering sehingga pertumbuhannya berhenti (Rukmana, 2004). Umur tanaman
sejak ditanam sampai bisa dipanen kurang lebih satu tahun. Di Indonesia tebu
banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatera. Pada umumnya tebu atau air
tebu dimanfaatkan sebagai bahan baku gula tebu. Batang tebu dapat dimakan
langsung dengan dimamah, akan mengeluarkan air dan ampas dibuang keluar. Tebu
biasanya juga diolah menjadi minuman dengan jalan memeras sari tebu menggunakan
mesin perasan dan dicampurkan dengan batu es. Daun tebu yang kering biasanya
dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Proses
diperolehnya ampas tebu adalah pertama-tama tebu digiling kemudian diekstrak
niranya, hasil samping dari proses giling ini adalah ampas tebu. Dengan
kata  lain ampas tebu adalah suatu residu
dari proses penggilingan tanaman tebu. Rata-rata ampas yang diperoleh dari
proses penggilingan 32% tebu. Dengan produksi tebu di Indonesia pada tahun 2007
sebesar 21 juta ton potensi ampas yang dihasilkan sekitar 6 juta ton ampas per
tahun. Sebagian besar kandungan dari ampas tebu adalah ligno-cellulose (Husin, 2007).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *