Struktur Histologi Jaringan Otot Pada Manusia Modern Menurut Pendapat Para Ahli Biologi—Pendapat Frandson 1992, Tri Jalmo 2005, Dan Nuning 2005

2.3 Otot

Sel-sel otot sangatlah mengalami pengkhususan untuk berlangsungnya
kontraksi. Banyak respon dari organisme bertulang belakang (vertebrata)
terhadap perubahan lingkungan tergantung pada kontraksi otot. Respon tersebut
menyangkut aktivitas sedemikian luasnya, seperti berjalan, bernafas, makan,
transpor, pengeluaran makanan, sirkulasi darah dan kebanyakan aktivitas yang
berkaitan dengan reproduksi.

Jaringan ikat sangat berkaitan dengan semua sel atau serabut otot untuk
membentuk tali kendali yang agak elastis, sehingga tarikan yang dihasilkan oleh
kontraksi otot dapat dimanfaatkan. Jaringan ikat antara sel otot juga berperan
sebagai alur untuk pembuluh-pembuluh dan saraf otot, ( Frandson, 1992).

2.4  Jaringan otot

Jaringan otot bertanggungjawab terhadap gerakkan tubuh/bagian tubuh,
dilakukkan secara sadar dan tidak sadar. Ada tiga jenis (1) jaringan otot
polos, (2) Jaringan otot jantung dan (3) jaringan otot lurik (otot rangka).

Jaringan ini berasal dari mesoderm, kecuali otot pada iris yang berasal
dari ectoderm, otot jantung berasal dari mesoderm viseral (bagian dari mesoderm
lateral). Penamaan: Sitoplasmanya disebut sarkoplasma; retikulum endoplasmanya
disebut retikulum sarcoplasma; mitokondrianya disebut sarkosom; dan membran
selnya disebut sarkolemma.

(Trijalmo, 2005).

2.5
Struktur histologi jaringan otot

Secara
histologis otot terdiri atas dua jenis, yaitu:

1.      Otot polos. Sel otot polos berinti
lonjong, sel yang sedang mengkerut intinya tampak melingkar, miofibrilnya
homogen sehingga tidak menampakkan keping gelap terang.

2.      Otot bergaris melintang

A. Otot
rangka. Serabut ototnya pada penampang memanjang tampak sebagai pita-pita
panjang yang tersusun sejajar satu sama lain. Sel otot rangka berinti oval,
jumlahnya banyak, dan terdapat di tepi serabut. Miofibril serabut otot
mengandung keping-keping gelap dan terang secara berurutan dan pada tiap
miofibril terletak pada ketinggian yang sama. Di antara serabut otot terdapat
jaringan ikat kendur yang disebut endomesium.

B. Otot
jantung. Sel otot jantung berbentuk panjang, bercabang-cabang, dan bergabung
satu sama lain dengan perantaraan cabang-cabangnya. Sel ini berinti oval dan berwarna pucat, terletak
di tengah serabut. Serabut otot jantung bergaris melintang, tetapi tidak
sejelas pada otot rangka, pada tempat tertentu terdapat keping-keping
interkalar, (Nuning,2005).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *