Sampling Udara—Referensi Praktis Dari Cember 1983 Untuk Ahli Lingkungan

Masalah khusus dalam mendapatkan sampel udara yang
mewakili muncul dalam penyampelan udara yang bergerak dengan kecepatan tinggi,
seperti dalam kasus pada saluran pembuangan gas atau cerobong. Partikular di udara (mengambang) dibawa
oleh aliran udara, dan partikular tersebut cenderung mengikuti garis aliran
tersebut. Jika garis alirannya melengkung atau membelok, maka lintasan partikel
di udara ditentukkan oleh rasio gaya-lekat (yang cenderung menahan partikel
tersebut untuk berada dalam garis aliran) terhadap gaya kelembaman (inersial)
(yang cenderung menyebabkan partikel tersebut memotong melintasi garis aliran). 
Perhatikanlah kasus dimana peralatan sampling diorientasikan tegak lurus
terhadap arah aliran pada pipa saluran, yakni gas tersebut meniup langsung ke
dalam peralatan sampling. Jika gas tersebut ditarik melalui penyampel pada
kecepatan yang lebih kecil daripada kecepatan gas dalam pipa saluran, maka
sejumlah gas pasti akan mengalir di sekeliling peralatan sampling. Karena
adanya kelembaman (inersia) mereka, partikel-partikel besar cenderung bergerak
pada garis lurus, dan dengan demikian memotong garis sejumlah partikel yang
berlebihan dalam pengumpulnya, dan akan mengakibatkan penafsiran terlalu tinggi
pada konsentrasi partikulat dalam gas tersebut. Jika gasnya diisap melalui
penyampel pada kecepatan lebih tinggi daripada kecepatan gas, maka lebih banyak
partikel-partikel berat yang tidak akan dibelokkan daripada partikel-partikel
yang lebih ringan, yang dengan demikian akan menghasilkan pengenapan
partikel-partikel yang lebih kecil, dan akibatnya terjadi penafsiran terlalu
rendah dari konsentrasi partikulat yang sebenarnya dalam aliran gas tersebut.
Jika kecepatan gas yang melalui penyampel sama dengan kecepatan gas dalam
salurannya, maka garis aliran gas tidak akan terganggu oleh mulut sampling dan
dengan demikian tidak akan didapati kesalahan sampling yang disebabkan oleh
kelembaman (inersia) dari partikel yang mengambang. Kondisi seperti ini disebut
isokinetics sampling (sampling isokinetik) dan harus dipenuhi agar sampel
debunya mewakili debu-debu dalam aliran udara. Pembesaran kesalahan yang
disebabkan oleh kondisi sampling isokinetik meningkat bersama dengan
meningkatnya massa partikel dan bersama meningkatnya perbedaan antara kecepatan
gas dan kecepatan sampling, (Cember,1983. hal 497)
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *