Pengertian Dan Maksud Gerak Refleks Menurut Frandson 1992 dan Soegiri 1984)

2.1 Refleks
Refleks adalah suatu respon organ efektor
(otot ataupun kelenjar)yang bersifat otomatis atau tanpa sadar terhadap suatu
stimulus tertentu. Respon tersebut melibatkan suatu rantai yang terdiri atas
sekurang-kurangnya dua neuron, membentuk suatu busur refleks (reflex arc). Dua
neuron yang penting dalam suatu busur refleks adalah neuron eferen, sensoris
atau reseptor,dan neuron eferen, motoris atau efektor. Umumnya satu atau lebih
neuron penghubung (interneuron) terletak diantara neuron reseptor dan neuron
efektor.
Meskipun refleks melibatkan berbagai bagian
otak dan sistim syaraf otonom, refleks yang paling sederhana adalah refleks
spinal. Suatu refleks spinal yang khas adalah refleks rentang (stretch reflex)
yang digambarkan dengan pemukulan ligamentum patela (suatu tendon) sehingga
menyebabkan otot lutut terentang (refleks ini disebut juga knce jerk),
( Frandson, 1992).
2.2 Gerak Refleks
Refleks yang ada pada
waktu lahir dan lazim bagi manusia disebut refleks turunan. Refleks lain yang
diperoleh karena pengalaman disebut refleks bersyarat. Kebutuhan anatomis
minimum untuk perilaku refleks adalah neuron sensori dengan reseptor untuk
menerima rangsangan, yang dihubungkan oleh sinaps ke neuron motor yang
dilekatkan pada suatu otot atau efektor lain, seperti refleks regang ekstensor.
Jenis lung-refleks yang paling sederhana ini disebut monosinaptik, karena hanya
terdapat satu sinap antara neurun sensori dan neuron motor. Lung-refleks yang
lebih lazim mempunyai satu atau lebih interneuron antara neuron motor dan
neuron sensori. Satu contoh khas di mana rangsangan pada reseptor meyebabkan
kontraksi sebuah otot adalah refleks lutut. Jika tendon lutut dipukul, dan
karena itu teregang, maka reseptor dalam tendon tersebut dirangsang; suatu
implus menjalar melewati lung refleks ke sumsum tulang belakang lalu kembali
lagi; maka otot yaang terpaut pada tendon tersebut berkontraksi yang
mengakibatkan menjulurnya kaki secara tiba-tiba, ( Soegiri, 1984).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *