Gerak Refleks Sebagai Integarasi Sinaps (sensorik-saraf spinal akar dorsalis-interneuron-saraf akar ventralis-serabut motorik)

Refleks
sebagai integarasi sinaps memmilki bagian-nagian antara lain serabut saraf
sensorik-saraf spinsa akar dorsalis-interneuron-saraf akar ventralis-serabut
motorik. Antar satu serabut dengan serabut lainya sudah tentu memilki hubungan
integrasi yang disebut sinaps. Dalam integrasi antar ujung-ujung sarf dalam
sinaps tersebut ada tiga hal yang dimunculkan, yaitu:
1.  Summasi 
Terdiri
dari sum-sum temporal yang berupa pengulangan impuls untuk dapat menimbullkan
respond an summasi spasial, yaitu dua atau lebih saraf eferen yang memberikan
stimulus pada waktu yang sama untuk dapat memberikan respon.
2.  Fasilitas 
Merupakan
suatu proses penambahan eksitasi pada hubungan sinaps yang tidak memperlihatkan
adanya summasi respon elektrik . Pada kondisi ini potensial pada portsinapsis
akan meningkat.
1.     
Inhibiton 
Adalah
proses penhamhambatan respon pada organ efektor.Jika dilihat dari mekanismenya
jalan rangsang, stimulus memiliki bentuk sinaps inhibitor(menghambat) dan
sinaps eksitator(mempercepat). Misalnya stimulus dengan sinaps inhibitor adalah
saat relaksasi sebagai respon dari adanya stimulus, sedangkan contoh sinaps
eksitator adalah saat otot kontraksi respon adanya stimulus . Bentuk kedua
respon pada anggota badan yang sma disebut dengan hambatan resiprikal.
Contohnya adalah pada saat tempurung lutut dipukul dengan keras (Widiastuti,
2002).
Refleks
rentang memainkan sesuatu peranan penting namun agak sederhana dalam perilaku.
Suatu otot terentang dan bereaksi dengan berkontraksi. Mesin refleks rentang
memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik yang mengarahkan
kontraksi otot-otot antagonis dan secara terus-menerus memonitor keberhasilan
dengan perintah-perintah dari otak yang diteruskan dan dengan cepat mampu
melakukuan penyesuaian(Kimball,1983). 
Molekul
Sinyal terikat pada protein reseptor, menyebabkan protein berubah bantuk. Sel
yang menjadi target sinyal kimiawi tertentu memiliki molekul yang berupa
protein reseptor yang akan mengenali molekul sinyal . Molekul sinyal ini
mempunyai bentuk yang berkomplementer dengan tempat spesifik pada reseptor dan
molekul ini terikat dengan tempat tersebut , seperti kunci pada gembok atau
seperti subtract dalam sisi katalik enzim . Molekul sinyal ini berperilaku
seperti ligan , istilah untuk molekul kecil yang terikat secara spesifik pada
molekul yang lebih besar . Pengikatan ligan ini umumnya menyebabkan protein
reseptor mengalami perubahan konformasi ,dengan kata lain berubah bentuk .Untuk
Banyak reseptor, perubahan bentuk ini langsung mengaktifkan reseptor sehingga
dapat berinteraksi dengan molekul seluler lainya . Untuk jenis reseptor lain,
seperti yang akan segera kita lihat , pengaruh yang segera dari pengikatan
ligan ini lebih terbatas , terutama menyebabkan berkumpulnya dua atau lebih
molekul(Campbell,2004).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *