Cara Terkeren—Pengukuran Status Gizi Dengan Menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT)

A. Indeks Massa Tubuh (IMT)
Salah satu penerapan antropometri dalam teknik pengukuran status gizi
dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT merupakan cara
sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan
dengan kekurangan dan kelebihan berat badan.
IMT digunakan berdasarkan rekomendasi FAO/WHO/UNO tahun 1985 yang
menyatakan batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan berdasarkan Body
Mass Index
(BMI/IMT). IMT merupakan alat yang sederhana untuk memantau
status gizi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas), khususnya yang berkaitan
dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. IMT tidak dapat diterapkan pada
bayi, anak, remaja, ibu hamil dan olahragawan. Juga tidak dapat diterapkan pada
keadaan khsusus (penyakit) seperti edema, asites dan hepatomegali.
 Untuk mengetahui nilai
IMT seseorang, digunakan rumus atau perhitungan sebagai berikut:

IMT    = 

 

                                 
                  Berat badan (Kg)

   [Tinggi Badan
(meter)]2
Dengan karakteristik sebagai berikut:
Kategori
IMT
Kurus
Kekurangan berat badan tingkat berat
< 17,0
Kekurangan berat badan tingkat ringan
17,0 – 18,4
Normal
Normal
18,5 – 25,0
Gemuk
Kelebihan berat badan tingkat ringan
25,1 – 27,0
Obesitas
Kelebihan berat badan tingkat berat
> 27,0
Indeks Massa Tubuh
(IMT) digunakan sebagai istrumen. IMT adalah instrumen sederhana yang dapat
digunakan untuk mengukur status gizi seseorang, terutama berkaitan
dengan kekurangan dan atau kelebihan berat badan. Permasalahan berat badan
bukanlah hal yang sederhana. Seseorang yang berat badannya masuk dalam kategori
kurus, penampilannya cenderung kurang baik, mudah letih dan memiliki risiko
terkena penyakit seperti infeksi, depresi, anemia dan diare. Sebaliknya
seseorang yang memiliki berat badan di atas normal atau berlebihan,
penampilannya juga cenderung kurang menarik. Geraknya lamban, dan berisiko
terkena penyakit jantung, kencing manis, tekanan darah tinggi dan sebagainya. Maka
memiliki tubuh ideallah yang selalu diharapkan semua orang.
Berikut ini contoh perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT):
Faisal memiliki tinggi badan 174 cm dan berat
badan 80 kg, maka IMT adalah :
Jawab:
80 : (1,74 x 1,74) = 80 : 3,03 = 26,40
Angka tersebut kemudian dikonsultasikan ke dengan
kategori IMT sehingga Faisal dinyatakan dalam kategori gemuk (lihat kategori
IMT pada tabel di atas).
Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *