TUGAS FISIOLOGI HEWAN (Sistem Peredaran Darah Sistemik)

Posted on
TUGAS FISIOLOGI HEWAN
 (Sistem Peredaran Darah Sistemik)
Disusun Oleh:
WAHID BIYOBE (0913024076)
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2011

PEMBAHASAN

Pada beberapa hewan vertebrata, sistem transportasi sudah mulai bekerja secara komplek, sedangkan pada invertebrata masih dalam keadaan yang relatif sederhana, misalnya pada beberapa serangga. Darah di dalam tubuh hewan vertebrata, termasuk manusia memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu sebagai alat transportasi; yaitu mengangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh dan sebaliknya mengangkut hasil-hasil oksidasi yang tidak berguna lagi dari jaringan-jaringan tubuh untuk kemudian dikeluarkan ke alat-alat pengeluaran khusus. Selain itu, darah berfungsi dalam menjaga suhu tubuh agar tetap stabil, mengedarkan air dan getah-getah hormonal dari kelenjar buntu ke seluruh tubuh, serta menghindarkan tubuh dari bahaya infeksi beberapa virus, bakteri patogen yang dianggap mengganggu proses kesehatannya (dalam hal ini yaitu fungsi sel darah putih/sebagai antibodi). Komponen-komponen darah meliputi plasma darah dan sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah/eritrosit, sel darah putih/leukosit, dan keping darah/trombosit. Selain itu, darah yang tersebar diseluruh tubuh perlu dikendalikan oleh jantung dan sistem kerja organ terkait guna memberikan homeostatis bagi keseimbangan tubuh. Proses kerja ini secara terus-menerus selama kehidupan berlangsung. Dalam prosesnya, darah yang beredar ke seluruh tubuh pastilah melewati pembuluh darah; seperti pembuluh nadi/arteri, pembuluh balik/vena, dan kapiler-kapiler darah. Oleh adanya hal ini, peredaran darah manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu; peredaran darah kecil dan peredaran darah besar/sistemik. Baiklah pada kali ini pembahasan akan lebih terfokus pada pembahasan ’’PEREDARAN DARAH BESAR/SISTEMIK“. Berikut ini akan di berikan gambat tentang siklus peredaran darah besar/sistemik.
Gambar di samping merupakan bagan/skema siklus peredaran darah besar/sistemik pada manusia. Secara umum, peredaran darah besar ini, bahwa darah yang ada di jantung(masih dalam bentuk darah kotor)/ruang jantung no.1– akan dikeluarkan/dipompa dari ventrikel kiri menuju paru-paru/pulmo melewati arteri pulmonalis/paru-paru sebelah kiri. Di arteri pulmonaris, terjadi filtrasi/penyaringan dan pertukaran antara gas CO2 dg O2 dan disinilah terjadi penyaringan tingkat lanjut untuk O2. kemudian darah bersih/yang kaya akan O2 tadi yang berasal dari arteri pulmonari dan beberapa pembuluh kapiler, selanjutnya akan dikembalikan lagi ke jantung melewati antrium kanan dan menuju ke ruang ventrikel kanan. Di ventrikel kanan, darah masih dalam keadaan bersih dan mengandung banyak O2. Kemudian darah bersih dari ventrikel kanan ini selanjutnya dipompa kembali melewati aorta/pembuluh darah besar hingga seterusnya darah berada di bagian organ tubuh bagian atas; seperti dibagian leher, tangan, kepala, dan jaringan-jaringan pembuluh darah di sekitar otak. Di otak/ anggota gerak bagian atas, tepatnya di kapiler-kapiler darah terjadi kembali proses filtrasi/penyaringan antara darah bersih (O2) dan darah kotor (CO2). Setelah beberapa lama terjadi penyampuran, maka darah kotor yang berasal dari bagian organ atas/otak akan ditransfusikan ke anggota organ gerak bagian bawahnya, seperti halnya dikembalikan lagi ke jantung melewati vena cava superior menuju antrium kiri dan kemudian ke ruang jantung ventrikel kiri. Di ventrikel kiri, darah masih dalam keadaan kotor, kemudian dipompa lagi ke bagian atas hingga darah kotor tersebut berada di pertigaan cabang yang berisi darah kotor semua. Sebagian dari darah kotor ini mengalir ke bagian paru-paru sebelah kiri melewati arteri pulmonari menuju pembuluh kapiler darah di paru-paru. Di tempat ini, terjadi kembali penyaringan darah kotor untuk diseleksi kembali agar mendapatkan darah bersih (kaya O2). Setelah darah kotor tadi dialihkan menjadi darah bersih, selanjutnya darah bersih tadi masuk ke ruang jantung atrium kanan melalui vena pulmonari. Di antrium kanan ini, darah secara periodik ditransfer ke ventrikel kanan secara teratur dan berimbang. Kemudian darah dari antrium kanan akan ditransfer lagi menuju bagian no.6 dan menuju ke anggota tubuh bagian bawah melewati aorta; seperti pada telapak kaki dan jari-jari kaki, paha/femur, dan betis,dsb (no.8). Di bagian organ bawah, di pembuluh arteri darah, terjadi kembali pertukaran gas CO2 dan O2, hingga kadar O2 semakin sedikit, sedangkan kadar CO2 meningkat. Akibatnya, darah yang kaya akan CO2 akan dikeluarkan dari pembuluh arteri bawah menuju antrium kiri (ruang jantung no.11) melewati vena cava inferior. Begitupun seterusnya, darah kotor ini akan disaring kemabli di pulmo/paru-paru secara bersiklus terus-menerus untuk kemudian di saring lagi di jantung pada bagian ruang antrium kanan dan ventrikel kanan melalui ke dua pulmo hingga proses kehidupan ini masih berjalan.
DAFTAR PUSTAKA/Reference:
Cambell, Neils. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Page, David S. 1997. Prinsip-Prinsip Biokimia. Jakarta: Erlangga.
And others reference be ok !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *